BMKG: Sirkulasi Siklonik di Utara Papua Picu Hujan di Sejumlah Wilayah

BMKG: Sirkulasi Siklonik di Utara Papua Picu Hujan di Sejumlah Wilayah
Ilustrasi hujan dan petir. (Freepik.com)

Medianusantara.site, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan keberadaan sirkulasi siklonik di Samudera Pasifik utara Papua berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa (21/7/2026).

Prakirawan BMKG, Yuyun, menjelaskan sirkulasi siklonik tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memperkuat dinamika atmosfer di Indonesia.

“Kombinasi dinamika atmosfer ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah sirkulasi siklonik, konvergensi, maupun konfluensi,” kata Yuyun dalam siaran pembaruan cuaca yang dipantau dari Jakarta, Selasa, dilansir Antara.

BMKG mencatat daerah konvergensi memanjang dari Jambi hingga Riau, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, Laut Flores, Maluku Utara, serta Laut Arafuru.

Sementara itu, daerah konfluensi terpantau berada di perairan barat hingga utara Aceh, perairan selatan Jawa Tengah hingga barat Bengkulu, Laut Cina Selatan, Laut Sulawesi, dan Laut Halmahera.

Untuk wilayah Indonesia bagian barat, BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Palembang dan Tanjung Selor. Adapun hujan ringan diperkirakan mengguyur Medan, Padang, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Palangkaraya, Samarinda, dan Banjarmasin.

Sementara di Indonesia bagian timur, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Bima dan Mamuju. Hujan ringan diprakirakan turun di Manado dan Jayawijaya.

BMKG mengimbau masyarakat serta para pemangku kepentingan di wilayah yang berpotensi terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu gangguan aktivitas maupun bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Leave a Reply