Kemenkeu Klaim 9 Juta Warga Jawa Timur Terima Manfaat MBG

Kemenkeu Klaim 9 Juta Warga Jawa Timur Terima Manfaat MBG
Aktivitas SPPG atau dapur MBG. (Ilustrasi AI-ChatGPT)

Medianusantara.site, SURABAYA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 9,02 juta penerima manfaat di Jawa Timur hingga akhir Juni 2026.

“Saat ini pemerintah sangat fokus terkait dengan MBg. Di satu sisi memang ada penyesuaian-penysuaian dari sisi pagu anggarannya,” kata Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) I Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Jawa Timur, Wahidin, seusai konferensi pers di Surabaya, Senin (27/7/2026).

Wahidin mengatakan sebanyak 9,02 juta penerima manfaat program MBG ini terdiri dari 7,17 juta peserta didik dan 1,86 juta nonpeserta didik.

Untuk pelaksanaannya, kata dia, program telah didukung oleh 4.420 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdiri atas 4.125 SPPG yang telah beroperasi dan 295 SPPG dalam tahap persiapan.

Dia menjelaskan selama Juni 2026 tidak terdapat perubahan indikator program karena adanya moratorium pembangunan SPPG baru, penghentian sementara layanan selama libur sekolah, serta penguatan tata kelola melalui audit, standardisasi, dan penataan operasional.

“Perluasan implementasi diperkirakan kembali berlangsung pada tahun ajaran baru,” ujarnya seperti dilansir Antara.

Sementara dari sisi anggaran, Wahidin mengatakan hingga kini pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah pusat mengenai alokasi program MBG di Jatim menyusul adanya penyesuaian yakni dipangkas menjadi Rp229 triliun dari sebelumnya Rp268 triliun.

Bahkan beberapa waktu lalu Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan masih adanya potensi penghematan anggaran apabila wacana pengecualian anak dari keluarga mampu sebagai penerima program MBG direalisasikan.

Menurut Wahidin, langkah pemerintah untuk penghematan melalui wacana tersebut dilakukan agar program MBG benar-benar tepat sasaran.

“Pemerintah sendiri juga menilai bahwa yang sudah dilakukan kemarin memang perlu dilakukan, apa namanya, penyesuaian ataupun adaptasi. Supaya memang betul-betul sesuai dengan sasaran,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan pelaksanaan program MBG sejauh ini tetap dijalankan sesuai aturan dengan perkembangan yang sangat positif.

“Intinya tujuan pemerintah untuk memberikan MBG tetap dijalankan dan kita lihat perkembangan sampai saat ini sangat positif,” ujar Wahidin.

Leave a Reply