Stasiun Wonogiri Tambah Ramai, Penumpang Naik dan Turun Melonjak

Stasiun Wonogiri Tambah Ramai, Penumpang Naik dan Turun Melonjak
Penumpang turun dari KA Batara Kresna di Stasiun Wonogiri, Jumat (4/4/2025). (Daerah/Muhammad Diky Praditia)

Medianusantara.site, WONOGIRI — Tren penggunaan moda transportasi kereta api publik lokal di kawasan Soloraya, khususnya jalur penghubung Wonogiri–Solo, menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan pada 2026 ini.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonogiri, pergerakan penumpang moda transportasi kereta api di Stasiun Wonogiri menggunakan Kereta Api (KA) Batara Kresna mencatatkan pertumbuhan sepanjang triwulan II/2026 dibanding triwulan sebelumnya. 

Berita Resmi Statistik (BRS) No. 21/08/3312/Th. XII yang dirilis BPS Kabupaten Wonogiri pada Selasa (4/8/2026), mencatat jumlah penumpang berangkat atau naik kereta api dari Stasiun Wonogiri pada Triwulan II/2026 mencapai 20.490 orang. Angka tersebut mengalami lonjakan sebesar 16,35 persen jika dibandingkan Triwulan I/2026 yang tercatat sebanyak 17.610 orang.

Di sisi lain, jumlah penumpang turun atau datang di Stasiun Wonogiri pada Triwulan II/2026 menyentuh angka 21.430 orang. Jumlah ini naik sebesar 11,43 persen dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 19.230 orang.

BPS Wonogiri dalam laporan yang sama juga mencatat KA Batara Kresna menjadi satu-satunya kereta api penumpang yang memiliki stasiun tujuan akhir di Wonogiri. Kereta ini telah berkembang menjadi salah satu alternatif favorit masyarakat untuk menunjang mobilitas Solo–Wonogiri karena faktor efisiensi, ketepatan waktu, dan tarif yang amat terjangkau.

Pertumbuhan penumpang kereta api ini kontras dengan pergerakan bus di Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri yang justru mengalami penurunan. Pada Triwulan II/2026, total penumpang bus yang berangkat melalui terminal tersebut tercatat 273.950 orang, turun 8,38 persen dari Triwulan I/2026.

Kenaikan pada angkutan rel ini mengindikasikan semakin kuatnya pergeseran minat masyarakat ke transportasi publik bebas macet. Angka statistik BPS Wonogiri tersebut selaras dengan catatan resmi KAI Daop 6 Yogyakarta. Sepanjang semester I/2026, KA Batara Kresna relasi Purwosari–Wonogiri telah melayani sebanyak 176.562 pelanggan naik dan turun.

Menopang Roda Ekonomi

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengungkapkan tingginya minat masyarakat memosisikan KA Batara Kresna sebagai moda transportasi harian yang aman, tepat waktu, dan andal untuk menopang roda ekonomi daerah kawasan Soloraya.

“Dengan tarif flat Rp4.000, masyarakat dapat menempuh perjalanan dari Purwosari di Solo menuju Wonogiri maupun sebaliknya dalam waktu satu jam. KA Batara Kresna menjadi andalan utama mobilitas harian, kegiatan keluarga, hingga wisata regional,” jelas Feni kepada Espos, belum lama ini.

Selain tarif hemat dan waktu perjalanan yang terukur, lanjut Feni, KA Batara Kresna diklaim menyajikan daya tarik unik karena jalurnya melintasi rel yang berdampingan langsung dengan Jl Slamet Riyadi Solo dan sejumlah tempat khas lainnya di wilayah Kabupaten Wonogiri.

Hal ini memberikan pengalaman perjalanan khas yang memperlihatkan lanskap pusat kota, kawasan bersejarah, serta kebudayaan lokal.
Lebih lanjut, Feni menerangkan dari seluruh titik perhentian sepanjang Semester I/2026, Stasiun Wonogiri mencatatkan volume pelanggan terbesar, yakni melayani 38.097 pelanggan naik dan 40.720 pelanggan turun.

Posisi kedua ditempati Stasiun Purwosari dengan 37.735 pelanggan naik dan 36.897 pelanggan turun. Selanjutnya Stasiun Solo Kota melayani 4.723 pelanggan naik dan 5.126 pelanggan turun, Stasiun Sukoharjo melayani 5.593 pelanggan naik dan 4.172 pelanggan turun, serta Stasiun Pasar Nguter melayani 2.133 pelanggan naik dan 1.366 pelanggan turun.

“Melihat tingginya antusiasme masyarakat tersebut, KAI Daop 6 Yogyakarta berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan inovasi operasional. Pembenahan difokuskan pada kualitas sarana, peningkatan mutu pelayanan, optimalisasi waktu tempuh, serta penguatan sinergi dengan pemerintah daerah guna mendongkrak potensi ekonomi dan pariwisata lokal,” ujarnya.

Leave a Reply