MI Muhammadiyah Srebegan Klaten Buka Kelas Bilingual, Ada Program Hunting Turis

MI Muhammadiyah Srebegan Klaten Buka Kelas Bilingual, Ada Program Hunting Turis
Kepala Kantor Kementerian Agama Klaten, Khumaidi, meresmikan kelas bilingual di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Srebegen, Kecamatan Ceper, Klaten, Selasa (30/6/2026). (Istimewa)

Medianusantara.site, KLATEN — MI Muhammadiyah Srebegan, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, meluncurkan program kelas bilingual yang mulai diterapkan pada tahun ajaran 2026/2027. Program tersebut menjadi salah satu upaya sekolah membekali siswa dengan kemampuan bahasa asing sejak dini.

Peluncuran kelas bilingual dilakukan bersamaan dengan Haflah Tahfiz ke-8 dan Akhirussanah Kelas VI di Gedung IPHI Mireng, Kecamatan Trucuk, Selasa (30/6/2026). Acara tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Klaten, Khumaidin.

Kepala MI Muhammadiyah Srebegan, Arik Purwaningsih, mengatakan pada tahun ajaran baru nanti sekolah membuka tiga kelas untuk peserta didik baru. Dari jumlah tersebut, satu kelas disiapkan sebagai kelas bilingual.

Menurut Arik, program itu dirancang untuk membentuk siswa yang memiliki wawasan global melalui penguatan kemampuan bahasa. Selain menggunakan bahasa Indonesia dalam pembelajaran sehari-hari, siswa di kelas bilingual juga akan memperoleh pembelajaran dengan pengantar bahasa Inggris sejak kelas I.

Penerapan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar disesuaikan dengan jenjang kelas agar proses belajar tetap efektif.

Belajar Bahasa Inggris hingga Praktik dengan Wisatawan

Untuk mendukung program tersebut, sekolah menyiapkan ruang kelas dengan fasilitas khusus. Mulai dari ruang berpendingin udara (AC), mebel yang berbeda dengan kelas reguler, hingga buku-buku pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan kelas bilingual.

“Kelas bilingual ini sasarannya merupakan murid dari program unggulan. Ada sarana untuk kelas yang representatif, kelasnya ber-AC serta sarana mebeler juga tersendiri. Buku-buku pembelajaran juga kami siapkan khusus yang mendukung pembelajaran di kelas bilingual,” kata Arik kepada Espos.

Sekolah juga menyiapkan tenaga pendidik khusus yang memiliki kompetensi minimal lulusan sarjana Bahasa Inggris.

Tak hanya belajar di dalam kelas, siswa akan diajak mempraktikkan kemampuan berbicara bahasa Inggris melalui kegiatan hunting turis yang digelar dua kali setiap semester.

“Jadi anak-anak diajak aksi langsung. Mereka mempraktikkan speaking mereka dengan wisatawan mancanegara,” ungkap dia.

Arik menjelaskan program kelas bilingual baru dibuka untuk satu rombongan belajar. Hingga saat ini, kuota sebanyak 22 siswa telah terpenuhi. Sementara itu, dua kelas reguler juga telah terisi.

Meski demikian, MI Muhammadiyah Srebegan masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan putra-putrinya pada tahun ajaran baru.

“Kami juga masih membuka kesempatan masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka ke MI Muhammadiyah Srebegan. Kami tetap membuka,” kata Arik.

Leave a Reply