Lolos Tahap Akhir, Sholeh Darat Berpeluang Jadi Pahlawan Nasional

Lolos Tahap Akhir, Sholeh Darat Berpeluang Jadi Pahlawan Nasional
K.H. Sholeh Darat. (Okezone.com)

Medianusantara.site, SEMARANGKH Sholeh Darat berpeluang mendapatkan gelar Pahlawan Nasional setelah usulan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dinyatakan lolos tahap akhir dan memenuhi seluruh persyaratan. Penetapan gelar tersebut kini tinggal menunggu keputusan pemerintah pusat.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang Moh. Agus Junaidi mengatakan proses pengusulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional telah mencapai tahap final. Seluruh persyaratan dan tahapan penilaian telah dilalui.

“Untuk pengusulan gelar Pahlawan Nasional Sholeh Darat sudah sampai tahap akhir, sudah final, lolos memenuhi syarat. Nanti tinggal dipilih oleh Presiden karena secara nasional banyak usulan,” ucap laki-laki yang akrab disapa Agus saat dihubungi Espos, Rabu (19/8/2026).

Mantan Camat Pedurungan itu membeberkan Jawa Tengah tahun ini mengusulkan dua nama untuk gelar Pahlawan Nasional, yakni Sholeh Darat dan Margono Djojohadikusumo.

Keputusan mengenai tokoh yang ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Agus, berbagai proses tahapan hingga dinyatakan memenuhi syarat bukan proses mudah. Pengusulan harus dilengkapi dokumen, kajian dan jurnal internasional, survei lapangan, serta penelusuran karya-karya KH Sholeh Darat.

“Tahapan agar bisa lolos (administrasi) sangat susah seperti melengkapi dokumen, kajian internasional, jurnal internasional, survei lapangan, terus hasil karya-karyanya. Proses itu semua sudah terpenuhi. Sidang terakhir juga sudah lolos memenuhi syarat,” paparnya.

Perjuangan Sholeh Darat Lewat Ilmu Pengetahuan

Agus berharap penetapan gelar Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional dapat dilakukan tahun ini. Namun, jika belum ditetapkan, peluang tersebut tetap terbuka pada tahun-tahun berikutnya karena tidak ada batas waktu bagi usulan yang telah memenuhi syarat.

Salah satu pertimbangan utama dalam pengusulan Sholeh Darat ialah bentuk perjuangannya yang dilakukan melalui ilmu pengetahuan, bukan dengan mengangkat senjata.

Sholeh Darat dinilai berperan dalam mengentaskan kebodohan sekaligus menyatukan berbagai elemen masyarakat melalui keilmuan agama.

“Rata-rata Pahlawan Nasional itu kan berjuang mengangkat senjata melawan penjajah. Tapi Sholeh Darat berjuang mengeteskan kebodohan, beliau menjadi suri tauladan dari sisi keilmuannya,” ungkap Agus.

Sholeh Darat juga disebut memiliki pengaruh yang cukup kuat pada masa Kolonial Belanda. Bahkan, pemikiran dan pendapatnya pernah menjadi rujukan dalam menyelesaikan sejumlah persoalan di lingkungan Kerajaan Belanda.

Selain itu, ulama kelahiran Kota Semarang tersebut juga dikenal sebagai guru sejumlah tokoh besar, seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, dan R.A. Kartini.

KH Hasyim Asy’ari kemudian dikenal sebagai pendiri Nahdlatul Ulama, sedangkan KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah. Kiprah Sholeh Darat sebagai ulama dan guru tokoh-tokoh besar tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat pengusulan gelar Pahlawan Nasional.

Leave a Reply