Produk Unggulan Kota Solo Ramaikan Pameran UMKM HUT Ke-81 Jateng di Semarang

Produk Unggulan Kota Solo Ramaikan Pameran UMKM HUT Ke-81 Jateng di Semarang
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani (dua dari kiri) berfoto bersama pemilik Sanggar Wayang Gogon Margono alias Gogon (kanan) di Semarang, Kamis (20/8/2026). (Istimewa)

Medianusantara.site, SOLO – Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, menghadiri acara opening ceremony hari jadi atau hari ulang tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Kamis (20/8/2026). Pada acara itu, Astrid mengapresiasi penyelenggaraan pameran UMKM di mana produk unggulan UMKM Solo juga turut dipamerkan.

Menurutnya, pameran lintas daerah tersebut menjadi ruang penting bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan potensi dan karakter unggulan masing-masing daerah.

“Pameran seperti ini sangat baik karena mempertemukan berbagai potensi UMKM dari daerah-daerah di Jawa Tengah. Ini bukan hanya soal transaksi, tetapi juga bagaimana kita saling mengenalkan produk, budaya, kreativitas, dan membuka peluang kolaborasi,” ujar Astrid melalui keterangan tertulis yang diterima Espos, Kamis.

Setelah mengikuti seremonial pembukaan, Astrid meninjau sejumlah stan UMKM. Ia melihat berbagai produk yang ditampilkan, termasuk stan dari daerah lain, sekaligus berdialog dengan para pelaku UMKM mengenai produk, proses produksi, hingga potensi pengembangannya.

Dia menjelaskan Kota Solo turut ambil bagian dalam pameran tersebut dengan menampilkan sejumlah potensi unggulan, mulai dari Sanggar Seni Gogon, produk batik, hingga kuliner khas Solo seperti tengkleng dan nasi liwet. 

Kehadiran berbagai produk tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya dan ekonomi kreatif Kota Solo kepada masyarakat dari berbagai daerah. Astrid mengatakan keikutsertaan Solo dalam pameran tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa kekuatan UMKM tidak hanya terletak pada produknya, tetapi juga pada cerita, budaya, dan kreativitas yang menyertainya.

“Solo punya banyak kekuatan yang bisa kami tampilkan. Batik, kuliner, seni dan budaya semuanya memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi identitas kota. Ini yang harus terus didorong agar UMKM Solo semakin dikenal dan naik kelas,” papar dia.

100 Tenant UMKM

Pameran UMKM tersebut digelar pada 20–22 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Jawa Tengah dengan tema Wolung Puluh Siji, Gumregut Nyawiji. Lebih dari 100 tenant UMKM dari berbagai daerah di Jawa Tengah ambil bagian, dengan produk yang dipamerkan meliputi makanan dan minuman, kerajinan, fesyen, serta berbagai produk kreatif lainnya.

Pameran juga melibatkan pelaku UMKM dari sejumlah provinsi lain, di antaranya Jawa Timur, Sumatra Barat, Banten, dan Lampung. Selain UMKM, terdapat pula pameran program yang diikuti OPD Pemprov Jateng, BUMD/BUMN, swasta, lembaga lainnya, serta provinsi mitra yang telah menjalin kerja sama dengan Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan UMKM merupakan urat nadi perekonomian daerah. Saat ini terdapat hampir 4,8 juta UMKM yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Pembinaan dilakukan melalui berbagai aspek, mulai dari akses permodalan, pemasaran hingga penguatan kemasan.

Pada Triwulan I 2026, Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah tercatat membina 199.781 UMKM, meningkat 1.001 UMKM dibandingkan tahun sebelumnya. UMKM binaan tersebut mampu menyerap sekitar 1,38 juta tenaga kerja.

Astrid menilai semangat pengembangan UMKM tersebut sejalan dengan upaya Kota Solo dalam memperkuat ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat. “Yang paling penting adalah bagaimana UMKM tidak berhenti pada kegiatan pameran. Setelah bertemu, dikenal, dan mendapatkan pasar, harus ada tindak lanjut berupa kolaborasi, pemasaran yang lebih luas, serta pendampingan agar pelaku UMKM benar-benar bisa berkembang,” beber Astrid.

Leave a Reply