Kementerian UMKM Siapkan Pelatihan Usaha bagi 14.000 KPM

Kementerian UMKM Siapkan Pelatihan Usaha bagi 14.000 KPM
Pengunjung mengamati produk unggulan kerajinan fesyen lokal yang dijual di galeri produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Balai Kota Solo, Selasa (30/6/2026). Kementerian Ekonomi Kreatif menyatakan, sektor ekonomi kreatif seperti produk kerjinan, fesyen, industri film, musik, dan gim, saat ini berpeluang menggantikan produk luar negeri, sekaligus bisa mengambil peluang potensial menguatkan perekonomian di tengah tidak menentunya situasi global dan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. (Daerah/J Howi Widodo).

Medianusantara.site, JAKARTA – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan program pemberdayaan bagi sekitar 14.000 keluarga penerima manfaat (KPM) program pemberdayaan sosial ekonomi yang dinilai siap mengembangkan usaha secara mandiri.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan proses pemberdayaan dilakukan secara bertahap, mulai dari pelatihan hingga pendampingan usaha. Setelah memiliki kapasitas yang memadai, penerima akan dihubungkan dengan akses pembiayaan dan kemitraan.

“Setelah itu bisa dikolaborasikan dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) dan lembaga-lembaga kemitraan lainnya. Tujuannya agar mereka berdaya, tumbuh, naik level, dan mandiri,” ujar Maman saat Peluncuran Program Langkah Akselerasi Kapasitas Usaha Mikro Inklusif (LAKSMI) 2026 di Surabaya, Rabu (23/9/2026), dilansir Antara.

Dia mengatakan saat ini terdapat sekitar 14.000 penerima program pemberdayaan sosial ekonomi yang siap dihubungkan dengan program kewirausahaan Kementerian UMKM. Jumlah tersebut berpotensi bertambah hingga sekitar 150.000 penerima.

Menurut Maman, penerima yang telah mengikuti pelatihan dan pendampingan serta memiliki kapasitas usaha memadai dapat dihubungkan dengan akses pembiayaan dan kemitraan bersama PNM maupun lembaga lainnya.

Pendekatan tersebut dilakukan agar pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi.

Dia menyampaikan target akhir program tersebut bukan hanya meningkatkan omzet usaha, melainkan juga meningkatkan pendapatan keluarga, membuka lapangan kerja baru, mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial, serta secara bertahap mendorong masyarakat keluar dari kelompok rentan menuju keluarga yang mandiri dan sejahtera.

Maman menuturkan pemerintah ingin masyarakat yang sebelumnya berada pada kelompok desil 1-4, mulai dari sangat miskin hingga rentan miskin, memiliki kesempatan meningkatkan taraf hidup melalui kegiatan usaha yang produktif.

Menurutnya, pemberdayaan kewirausahaan menjadi salah satu jalan agar masyarakat mampu memperoleh penghasilan secara mandiri dan secara bertahap keluar dari kelompok rentan.

Bangun Rantai Pemberdayaan

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Mira Riyati Kurniasih mengatakan kolaborasi dengan Kementerian UMKM melalui LAKSMI menjadi bagian penting dalam membangun keterhubungan ekosistem pemberdayaan bagi keluarga penerima manfaat.

Menurut Mira, Kemensos berperan memperkuat keberdayaan keluarga melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi. Sementara itu, Kementerian UMKM melanjutkan proses tersebut dengan memperkuat kapasitas kewirausahaan dan ekosistem pengembangan usaha.

“Yang kita bangun adalah rantai pemberdayaan, mulai dari penguatan keluarga, menghubungkan keluarga yang sudah siap dengan peluang pengembangan usaha, hingga mengakselerasi kapasitas usahanya agar mereka naik kelas dan mencapai graduasi kesejahteraan,” ujar Mira.

Mira menambahkan Kemensos telah mendorong data sekitar 14.000 keluarga penerima manfaat untuk dihubungkan dengan program pemberdayaan kewirausahaan Kementerian UMKM.

Cakupan tersebut diharapkan terus diperluas pada tahap berikutnya sehingga semakin banyak keluarga memperoleh jalur pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan dan mandiri secara ekonomi.

Leave a Reply