Kisah Denver, Selebdog di Semarang ‘Bekerja’ untuk Biayai Anjing Terlantar

Kisah Denver, Selebdog di Semarang ‘Bekerja’ untuk Biayai Anjing Terlantar
Denver dan pemiliknya Lily sering melakukan aksi sosial foto bareng berbayar yang hasil dananya untuk membiyai perawatan anjing terlantar di shelter. Sabtu (26/9/2026) (Daerah/Fitroh Nurikhsan)

Medianusantara.site, SEMARANG — Seekor anjing peliharaan tidak sekadar menjadi teman bagi pemiliknya. Di tangan seorang perempuan bernama Lily, Denver seekor anjing ras malamut alaska ikut bekerja untuk kegiatan sosial membiayai perawatan anjing-anjing terlantar di shelter melalui sesi foto bersama berbayar.

Perawakan Denver yang besar dengan wajah menggemaskan membuat anjing berbobot 70 kilogram ini mudah mencuri perhatian. Bahkan, Denver layak menyandang status sebagai selebdog karena banyak pencinta anabul yang rela antre untuk berswafoto bersamanya.

Dari ketenaran Denver, Lily menemukan cara untuk mengubah perhatian publik menjadi aksi sosial. Setiap momen ulang tahun atau pameran di pusat perbelanjaan, Lily membuka sesi foto berbayar bersama Denver dengan tarif sekitar Rp25.000 untuk durasi dua menit dan kouta terbatas. 

Namun, sesi foto tersebut bukan semata-mata untuk mencari keuntungan pribadi. Uang yang terkumpul dari foto bersama Denver tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan dan biaya perawatan anjing-anjing terlantar di shelter Yayasan Sahabat Setia Satwa di Kecamatan Mijen. 

“Saya menyukai anjing sejak sekolah SMP-SMA. Terus sempat berhenti dan lama enggak memelihara anjing lagi. Tahun 2021, saya mulai lagi memelihara anjing sebanyak lima ekor di rumah termasuk Denver,” ucap Lily kepada Espos, Sabtu (26/9/2026).

Lily menceritakan mulai merawat Denver sejak berusia sekitar satu setengah bulan dengan bobot sekitar 8 kilogram. Di usianya yang sekarang telah menginjak dua tahun, bobot Denver mencapai sekitar 70 kilogram dan menjadi daya tarik tersendiri ketika diajak ke pameran maupun kegiatan komunitas.

“Anaknya baik, manut. Jadi saya sering ajak Denver kerja, foto bersama secara berbayar. Nanti hasilnya disumbangkan ke shelter,” ungkapnya. 

Lily mengatakan bahwa satu kali kegiatan foto bersama Denver pernah menghasilkan dana hingga Rp5 juta. Denver disebut tetap tenang setiap kali berinteraksi dan berfoto bersama orang-orang.

“Di shelter kita membantu memberi makan anak-anak [anjing] sekitar 125-130 ekor. Shelter itu [tempat] menampung anjing yang mau disembelih, anjing yang disakiti, dan anjing yang terlantar,” imbuh Lily. 

Selain menjadi pekerja sosial dalam kegiatan kemanusiaan, Denver juga memiliki prestasi di ajang bergengsi. Anjing kesayangan Lily itu pernah meraih juara I lomba kostum fashion show di ajang Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 pada 6 September 2026 di ICE BSD City, Tangerang.

Di balik tubuh besarnya, Denver membutuhkan perawatan khusus. Anjing yang berasal dari wilayah Kutub Utara ini juga tidak tahan dengan cuaca tropis Indonesia sehingga Lily memasang AC dengan suhu 16 derajat Celsius dan kipas angin di setiap sudut rumah. 

“Anjing ini kan anjing es, jadi AC wajib. Kalau terkena panas bisa heat stroke dan meninggal karena memang sama sekali tidak tahan panas,” papar Lily. 

Kebutuhan makan Denver juga tak sedikit. Dalam sehari, ia mengonsumsi sekitar 1 sampai 1,5 kilogram daging yang dipesan khusus dari berupa olahan daging dan ikan. Lily juga sering menambahkan labu sebagai sumber serat.

Selain itu, Denver juga dimandikan setidaknya dua minggu sekali menggunakan air dingin dan sampo khusus. Dengan perawatan tersebut, Denver bisa tampil prima saat bertemu para penggemarnya sekaligus menjalankan peran kecilnya membantu anjing-anjing terlantar mendapatkan perawatan di shelter.

Leave a Reply