Medianusantara.site, KARANGANYAR — Jenazah Jevon Joechelin Jotham, 19, korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8, telah teridentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (29/9/2026). Pemuda asal Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, itu direncanakan segera dipulangkan ke Jawa.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Ngringo, Apri Linawati atau akrab disapa Lina, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai identifikasi Jevon dari tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Selasa sore.
“Sudah teridentifikasi. Tadi orangtua Jevon ditelepon dari DVI Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Katanya jenazah sudah teridentifikasi, tinggal menunggu rilis,” kata Lina saat dihubungi Espos, Selasa sore.
Berdasarkan laporan perkembangan identifikasi korban, jenazah bernomor PM 064 teridentifikasi identik dengan AM 067 JT atas nama Jevon Joechelin Jotham. Identifikasi dilakukan berdasarkan data primer berupa pemeriksaan gigi serta data sekunder berupa ciri medis dan properti.
Lina mengatakan pihaknya mendapat informasi jenazah Jevon akan segera dipulangkan ke Jawa menggunakan layanan kargo KM Virgo. Pengiriman direncanakan berlangsung Rabu (30/9/2026) pagi dan diperkirakan tiba di Karanganyar sekitar pukul 10.00.
“Ini tadi juga sudah dihubungkan dengan KM Virgo untuk pengiriman kargo. Katanya besok pagi baru bisa dikirim. Paling sampai sini sekitar pukul 10.00,” ujarnya.
Meski demikian, keluarga masih menunggu informasi resmi mengenai proses pemulangan dan jadwal kedatangan jenazah.
Kabar teridentifikasinya Jevon menjadi perkembangan penting bagi keluarga dan Pemerintah Desa Ngringo. Sebelumnya, hingga Selasa siang, pihak desa belum memperoleh kepastian mengenai keberadaan pemuda tersebut.
“Belum, belum. Semuanya masih nunggu,” kata Lina saat dihubungi Espos, Selasa siang.
Ahda Masih Menunggu Kepastian Identifikasi
Dengan teridentifikasinya Jevon, satu dari dua pemuda asal Ngringo yang sebelumnya masih dinantikan kepastiannya kini telah diketahui identitasnya. Sementara itu, pemuda lainnya, Ahda Dhiyaurohman, 18, hingga kini masih menunggu kepastian identifikasi.
Sebelumnya, KTP atas nama Ahda ditemukan pada bagian jenazah yang ditemukan tim pencarian. Keluarga Ahda juga telah menjalani pengambilan sampel DNA di Klinik Bhayangkara Polresta Solo pada Selasa (22/9/2026).
Hasil pemeriksaan DNA tersebut hingga kini masih ditunggu keluarga. Lina mengatakan Pemerintah Desa Ngringo terus memantau perkembangan identifikasi Ahda dan berkoordinasi dengan keluarga serta pihak yang menangani proses identifikasi korban.
“Kami terus memantau perkembangan. Harapannya segera ada kepastian untuk keluarga, baik hasil identifikasi maupun perkembangan pencarian korban lainnya,” katanya.
Jevon dan Ahda sebelumnya berangkat bersama Aldo Nurahmansyah, 19, dari Surabaya menuju Banjarmasin. Ketiganya hendak mencari pekerjaan di perkebunan kelapa sawit.
Namun, perjalanan mereka berubah setelah KM Virgo Transport 8 dilaporkan tenggelam di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.
Dari tiga pemuda asal Ngringo tersebut, Aldo menjadi korban pertama yang ditemukan dan dipulangkan kepada keluarga. Jenazah Aldo tiba di rumah duka di Perumnas Palur, Desa Ngringo, Rabu (23/9/2026) siang. Ia kemudian dimakamkan beberapa jam setelahnya di Astanalaya Purwoloyo, Pucangsawit, Solo.
Kini, keluarga Jevon tinggal menunggu pemulangan jenazah, sementara keluarga Ahda masih menantikan hasil identifikasi.

Leave a Reply