Medianusantara.site, NGAWI – Sesaat sebelum berlayar menaiki KM Virgo Transport 8, Doddy Soemarno, 37, meninggalkan pesan terakhir kepada Ibunya, Kasri, untuk menjaga dua buah hatinya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Namun, dia menjadi salah satu korban meninggal akibat tragedi tersebut setelah terjebak di lambung kapal yang tenggelam di Laut Jawa, Minggu (13/9/2026) lalu.
Korban berhasil diidentifikasi setelah petugas mencocokan data DNA dan ciri fisik korban dengan keterangan keluarga dan DNA anak-anaknya sehingga bisa diproses pemulangan sejak Selasa (29/9/2026) dan tiba di rumah duka pada Rabu (30/9/2026) pagi.
Mertua korban, Heri Siswanto, menyampaikan korban sesaat sebelum berlayar sempat menghubungi keluarga untuk menitipkan dua anaknya melalui sambungan telepon pada hari Sabtu (12/9/2026). Menurutnya, hal itu tidak lepas dari kondisi salah salah satu buah hati korban yang mengalami sakit panas beberapa hari sebelumnya.
Pihak keluarga tidak menyangka, pesan itu merupakan kali terakhir yang diucapkan korban sebelum dinyatakan meninggal dunia akibat tragedi tersebut. Kabar tenggelamnya kapal bermuatan 243 orang itu kemudian terdengar dan sebelum berhasil teridentifikasi keluarga berharap korban bisa segera ditemukan.
“Terakhir itu masih WA-nan sama Ibunya, pesannya itu ya nitip anak-anaknya dijaga, anaknya masih SD semua, kelas I sama kelas VI,” ujarnya usai prosesi pemakaman.
Kabar itu, menurut Heri bermula ketika istri korban bernama Shelvia Dwi Ratnasari yang mendapat kabar dari Basarnas Banjarmasin terkait temuan tersebut. Tak menunggu lama, istri bersama keluarga besar pun langsung bertolak ke Surabaya untuk proses pengambilan sampel DNA dan keterangan guna mempermudah proses identifikasi. Sehari berselang, jenazah tersebut terkonfirmasi bernama Doddy Soemarno, 37, warga Dusun Jetak, Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.
Pria yang sejak tiga bulan belakangan bekerja sebagai kernet truk ekspedisi itu semula hendak mengirimkan barang dari Surabaya menuju Banjarmasin. Nahas, kapal yang ditumpanginya mengalami insiden hingga membuatnya meninggal dunia.
Selama dua pekan, korban terendam dinginnya air Laut Jawa karena terjebak di bagian lambung kapal. Heri menuturkan, suasana duka langsung menyelimuti keluarga besarnya begitu mendengar kabar Doddy dinyatakan hilang bersama penumpang kapal lainnya.
“Dikabarin Basarnas Banjarmasin itu Minggu malam, terus Senin pagi kita berangkat ke Surabaya untuk anterin istri dan anaknya korban ini diambil DNA. Biasanya emang rute kirim barangnya itu dari Surabaya ke Banjarmasin, tapi barangnya saya tidak tahu,” jelasnya.
Kini, peti jenazah Doddy Soemarno telah dikebumikan pada TPU Desa Klitik, Kecamatan Geneng. Isak tangis sesekali masih menyelimuti rumah duka yang letaknya tidak jauh dari TPU. Warga setempat dan saudara silih berganti mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya korban serta mendoakan agar diterima di sisi Tuhan yang Maha Esa.

Leave a Reply