Kebakaran TPA Jatibarang Meluas, Area Terbakar Capai 10 Hektare

Kebakaran TPA Jatibarang Meluas, Area Terbakar Capai 10 Hektare
Kondisi kebakaran TPA Jatibarang Kota Semarang membakar area seluas 10 hektar, Rabu (30/9/2026) (Daerah/Fitroh Nurikhsan)

Medianusantara.site, SEMARANG — Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang di Kelurahan Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, meluas hingga 10 hektare. Petugas Dinas Pemadaman Kebakaran (Damkar) masih berjibaku memadamkan kobaran api.

Pantauan Espos di lokasi, hingga pukul 21.55 WIB, kobaran api masih membara di zona satu hingga tiga TPA Jatibarang. Kebakaran TPA malam ini jauh lebih besar dari kejadian Senin (28/9/2026) malam kemarin. 

Kepala Damkar Kota Semarang, Sih Rianung, menyampaikan luasan area TPA Jatibarang hampir 10 hektare. Penanganan kebakaran yang dilakukan Damkar fokus melakukan penyekatan agar api tidak menjalar ke area lain.

“Hampir 10 hektare [kebakaran] TPA Jatibarang. Kami terus melakukan penyekatan agar api tidak semakin besar,” ucap Sih Rianung kepada Espos, Rabu malam.

Rianung menjelaskan kebakaran TPA Jatibarang diperparah oleh keberadaan gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah. Ia juga melihat kobaran api menjalar ke atas seperti meliuk mengikuti embusan angin.

“Saya juga melihat gas metana seperti lidah api, gas metana memperbesar kobaran api. Tapi sumber apinya [penyebab] kami belum tahu, mungkin karena dampak musim kemarau terlalu panas,” ungkap Rianung.

Sebanyak tujuh armada dan 50 petugas Damkar Kota Semarang dikerahkan untuk memadamkan kebakaran. Damkar juga masih memiliki tiga armada cadangan yang akan disiagakan jika kobaran api semakin membesar.

“Saya tidak bisa memprediksi [pemadaman] selesai kapan. Karena kalau kebakaran TPA cukup sulit, kalau tidak tuntas timbul bara api lagi. Senin kemarin hampir 24 jam untuk proses pemadaman,” imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono menyatakan proses pemadaman terus dilakukan dengan memastikan suplai air tidak terputus. Pihaknya juga menggunakan sistem paralel agar armada tangki bisa saling bergantian mengisi air. 

Tantri menjelaskan keberadaan gas metana yang masih tinggi menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Kondisi tersebut membuat petugas belum dapat melakukan penyemprotan air secara langsung ke titik api dan masih fokus melokalisasi area kebakaran.

“Di bawah ada satu alat berat untuk membantu penyekatan. Kebakaran TPA Jatibarang membakar zona satu sampai tiga,” tandasnya.

Leave a Reply