Penjelasan Kepala Dinas Perhubungan Solo Soal Sterilisasi Parkir Jalan Mentawai

Penjelasan Kepala Dinas Perhubungan Solo Soal Sterilisasi Parkir Jalan Mentawai
Pengendara melintas di dekat spanduk penolakan sterilisasi parkir di Jalan Mentawai 1, atau depan pintu Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo, Selasa (29/9/2026). Puluhan juru parkir (jukir) memasang spanduk berisi protes kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Solo terkait rencana sterilisasi area parkir di sepanjang Jalan Mentawai 1. (Daerah/J Howi Widodo)

Medianusantara.site, SOLO — Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Taufiq Muhammad, memberikan penjelasan terkait kebijakan sterilisasi parkir di timur Masjid Sheikh Zayed Gilingan, Banjarsari.

Menurut dia area yang disterilisasi dari parkir kendaraan yaitu sisi barat dari Jalan Mentawai. Sedangkan sisi timur Jalan Mentawai tetap boleh untuk parkir. Artinya sterilisasi jalan itu tak 100 persen.

“[Yang disterilisasi] Jalan Mentawai yang sisi barat. Akses kendaraan pengunjung untuk parkir dalam kan sekarang sudah dibuka. Jadi pengunjung bisa masuk ke dalam,” ujar dia, Rabu (30/9/2026).

Kendaraan pengunjung yang bisa ditampung di area dalam Masjid Sheikh Zayed yaitu mobil dan sepeda motor. Area parkir kawasan dalam masjid bisa menampung puluhan mobil dan motor.

Kelebihan dari parkir di area Masjid Sheikh Zayed yaitu gratis alias tidak bayar. Hanya saja pada situasi tertentu area parkir dalam masjid tidak mampu menampung kendaraan para pengunjung.

Sehingga disediakan parkir berbayar di lahan eks Denbekang yang berada di barat dari rel kereta api (KA). “Untuk parkir kendaraan besar seperti bus hari-hari Sabtu-Minggu, ada lahan eks Denbekang. Tapi di sana bayar karena dikelola oleh warga,” terang dia.

Ihwal tarif parkir di sekitar Masjid Sheikh Zayed Gilingan, menurut Taufiq, sesuai ketentuan tarif di kawasan wisata yaitu Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil. Tarif berlaku progresif per dua jam.

Sementara alasan sterilisasi Jalan Mentawai sisi barat menurut Taufiq terkait estetika. “Terkait penataan, estetika. Ini kan akses utama keluar masuk masjid. Memang dari dulu ini kan untuk parkir insidental. Kalau dulu memang pengunjung luar biasa, dan sistem parkir belum siap, akhirnya Jl Mentawai dibuka untuk parkir insidental,” tutur dia.

Namun berbeda dengan situasi sekarang di mana lahan parkir sudah lebih siap. “Beberapa lahan parkir sudah siap, eks Denbekang dan parkir dalam. Artinya pengunjung masjid untuk hari-hari biasa kan saya kira tertampung. Kecuali pas ada event, ya nanti akan kita keluarkan sistem parkir insidental,” urai dia.

Diberitakan Espos sebelumnya puluhan warga RW 014 Rejosari, Kelurahan Gilingan, Banjarsari, memasang spanduk penolakan terhadap rencana sterilisasi parkir di timur Masjid Sheikh Zayed. Menurut mereka ada 56 petugas parkir yang akan terdampak kebijakan itu.

Mereka berharap tetap dibolehkan mengelola parkir di Jalan Mentawai demi kelangsungan hidup keluarga di tengah kondisi yang serba sulit. 

Leave a Reply