Catat! Sragen Batik Heritage Fest 2026 Hadirkan Karnaval hingga Silvy Kumalasari

Catat! Sragen Batik Heritage Fest 2026 Hadirkan Karnaval hingga Silvy Kumalasari
Seorang warga melintasi gapura utama Sragen Batik Heritage Fest 2026 di kompleks SIKK Sragen, Jumat (2/10/2026).

Medianusantara.site, SRAGEN — Sejumlah pekerja sibuk menyiapkan lighting pada panggung utama di kompleks Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK) Sragen, Jumat (2/10/2026). Sejumlah pekerja lainnya menyiapkan desain tenant atau lapak bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) batik dan kuliner. Semua desain didominasi nuasan batik. 

Semua aktivitas para pekerja merupakan rangkaian kesiapan untuk perhelatan Sragen Batik Heritage Fest 2026 yang akan digelar Sabtu-Minggu (3-4/10/2026) besok. Dalam dua hari perhelatan akbar tersebut akan dihadiri penyanyi dangdut Silvy Kumalasari asal Tulungagung, Jawa Timur, dan istri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadia, yaitu Sri Suparni, serta pengusaha batik anggota Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).    

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Sragen, Cosmas Edwi Yunanto, saat ditemui Espos di SIKK Sragen, Jumat siang, mengungkapkan ada banyak kegiatan yang disiapkan untuk rangkaian Sragen Batik Heritage Fest 2026 mulai dari Sabtu pagi.

Rangkaian kegiatan tersebut mulai dari expo UMKM yang terdiri atas 20 UMKM batik, 20 UMKM kuliner, dan 36 UMKM dengan berbagai komoditas dagangan. Di sela-sela expo UMKM, kata Cosmas, juga digelar workshop belajar membatik hingga demo memasak makanan olahan oleh TikToker asal Jogja. 

“Saat demo memasak itu akan dihadiri beberapa perwakilan organisasi wanita, para paguyuban UMKM kuliner, dan masyarakat umum. Demo masak tersebut mengangkat menu umbi-umbian,” ujar Cosmas.

Cosmas melanjutkan pada pukul 14.00 WIB akan digelar karnaval batik yang diikuti seribuan orang dari berbagai komunitas, organisasi perangkat daerah (OPD), pengusaha batik, dan perwakilan-perwakilan sekolah. Rute karnaval dimulai dari Jl. Ade Irma Suryani di sebelah timur eks Pemda, lalu melewati Jalan Urip Sumoharjo di belakang eks Pemda, hingga tembus ke Jl. Ahmad Yani, kemudian ke utara hingga sampai di Taman Mangkubumi dan finis di SIKK Sragen.

“Acara opening dilakukan pada Sabtu malam yang akan dihibur pentas musik dengan menghadirkan artis Silvy Kumalasari yang diiringi band lokal, Arsano,” kata dia.

Pada hari kedua, Minggu (4/10/2026), rangkaian Sragen Batik Heritage Fest 2026 dimulai dengan senam batik pada pukul 06.00 WIB.

Dia menyampaikan senam batik akan digelar dengan menggunakan kostum batik di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) dan dilanjutkan dengan expo makanan jadul di SIKK. Dia mengungkapkan para pelaku usaha di Pasar Bahulak Desa Karungan, Plupuh, Sragen, diminta berjualan kuliner jadul sebagai rangkaian Festival Sragen Batik Heritage selama dua hari.

“Pada Minggu sore juga akan digelar talkshow dengan mengangkat potenti batik dan peluang batik di Kabupaten Sragen. Talkshow tersebut akan menghadirkan narasumber Bu Bahlil dari Dekranas, Bu Selly Geovani pengusaha batik Cirebon, dan Dekranas Provinsi Jateng,” ujar dia.  

Pada Minggu malam masih ada hiburan dari band-band lokal Sragen, seperti BLS Band, Perkim Band, dan grub band lainya, hingga puncaknya ada Orkes Melayu Petromak. Semua rangkaian festival itu, jelas dia, untuk memperingati Hari Batik.

Cosmas berharap dengan event akbar ini bisa mengenalkan batik khas Sragen kepada masyarakat luas, tidak hanya di Sragen tetapi di kancah nasional.

“Dari rangkaian kegiatan Hari Batik ini juga menjadi hiburan masyarakat karena selama dua tahun terakhir tidak ada karnaval di tingkat kabupaten. Semua UMKM yang ikut dalam ekspo sudah melewati kurasi ketat oleh tim,” jelas dia.

Cosmas menjelaskan kalau tahun lalu konsepya hanya fashion show, tetapi pada 2026 ini konsepnya lebih besar agar dampaknya juga lebih luas. Dia berani menargetkan selama dua hari perhelatan akbar itu akan menyedot setidaknya 5.000 orang pengunjung. Dari peserta karnaval saja sudah 1.500 orang, belum termasuk para penonton hiburan musik.

“Yang kami inginkan, efek festival batik ini lebih bisa mengenalkan Sragen dengan potensi unggulan batik. Selama ini Batik Sragen itu kurang dikenal, orang lebih kenalnya dengan Batik Solo. Padahal Batik Solo itu mayoritas kebanyakan pemroduksinya adalah dari IKM-IKM batik di Sragen. Yang penjualnya tapi memang lebih menjual kalau pakai nama Solo.”

Sementara itu, Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyatakan Sragen Batik Heritage Fest 2026 merupakan salah satu bagian dari skema event-event besar yang dirancang Pemkab Sragen untuk menghadirkan para tamu dari luar Sragen untuk memperingati Hari Batik. Dia melihat Sragen memiliki potensi batik yang besar. 

“Pengetahuan publik Sragen tentang batik masih kalah dengan produk-produk batik di daerah lain. Dengan festival itu, kami ingin mengekspos produk-produk Sragen, bahkan Sragen punya UMKM yang tumbuh dan menghasilkan batik dan batik-batik Sragen yang menyuplai ke daerah-daerah lainnya,” jelas dia.  

Leave a Reply