Dapur Rumah Warga Cawas Terbakar, Diduga akibat Bakar Sampah

Dapur Rumah Warga Cawas Terbakar, Diduga akibat Bakar Sampah
Relawan bersama warga, Polisi dan TNI memadamkan api yang melalap bagian belakang rumah warga Desa/Kecamatan Cawas, Minggu (4/10/2026). (Daerah/Taufiq Sidik Prakoso)

Medianusantara.site, KLATEN — Dapur rumah warga Desa/Kecamatan Cawas, Klaten, terbakar, Minggu (4/10/2026). Api diduga berasal dari aktivitas membakar sampah.

Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 10.00 WIB. Saat kejadian, penghuni sedang tidak berada di rumah. Bagian dapur rumah terbakar dengan sebagian atapnya hangus dilalap api.

Proses pemadaman dilakukan relawan RCTD bersama warga, kepolisian, dan TNI. Petugas Damkar dan TRC BPBD Klaten juga mendatangi lokasi. Salah satu relawan RCTD, Lilik Sarjanto, mengungkapkan pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Api tidak sampai merembet ke bagian utama rumah.

“Bagian yang terbakar di belakang rumah di atas dapur kemudian di tempat penyimpanan kayu,” kata Lilik saat ditemui di lokasi.

Lilik mengungkapkan tidak ada kendala selama proses pemadaman. Lokasi yang terbakar dekat dengan sumber air, yakni sumur, sehingga memudahkan relawan mendapatkan suplai air.

Dari informasi yang diterima relawan, api diduga berasal dari kegiatan membakar sampah yang berdekatan dengan bagian belakang rumah dan merembet ke bangunan atap. Tidak diketahui siapa yang sebelumnya membakar sampah.

“Tadi sampai di sini bagian dapur sama atap bagian belakang sudah terbakar. Untuk material yang ikut terbakar tadi sebagian ada panci,” ungkap Lilik.

Salah satu warga, Sundarti, mengungkapkan kejadian diketahui sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, dia sudah melihat api membesar di bagian belakang rumah.

“Kemudian minta tolong ke perangkat desa yang saat kejadian melintas dan kemudian dihubungkan ke teman-teman relawan dan Damkar,” kata Sundarti.

Sundarti tidak mengetahui asal mula api. Saat itu, dia sudah melihat api membesar di bagian belakang rumah.

“Rumahnya kosong. Yang menempati rumah sedang di Jogja,” kata Sundarti.

Leave a Reply