Medianusantara.site, KLATEN – Satu unit sepeda motor terbakar di SPBU 44.574.26 di Jalan Raya Klaten-Jatinom, Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Kamis (8/10/2026) petang. Berkat kesigapan petugas SPBU dan alat proteksi yang lengkap dan terawat, api segera dipadamkan.
Video peristiwa itu menyebar di media sosial. Posisi sepeda motor berada di tepian dan menjauh dari pompa pengisian bahan bakar.
Dari video yang beredar, terlihat dua petugas SPBU memadamkan api yang melalap sepeda motor menggunakan APAR. Namun, api terus membesar.
Petugas lainnya lantas bergegas termasuk seorang perempuan yang tak berapa lama bersama seorang petugas laki-laki menarik alat pemadam troli. Beberapa petugas laki-laki kemudian menyemprotkan media pemadam ke arah api yang terus membesar dan melalap sepeda motor.
Nyala api semakin mengecil setelah petugas terus menyemprotkan media pemadam ke arah sepeda motor. Api mulai bisa dikendalikan.
Supervisor SPBU 44.574.26, Wisnu Sumono Adi, membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Sebelumnya, pengendara sepeda motor baru saja mengisi bensin untuk kendaraannya berjenis matik. Sesaat setelah bahan bakar diisi, pengendara berusaha menyalakan kendaraan. Namun, mesin kendaraan tak kunjung menyala.
Pengendara kemudian meminggirkan sepeda motor di sebelah pagar sisi selatan setelah disarankan petugas. “Kemudian dibenahi di situ. Terus beberapa kali distarter enggak bisa. Lama-lama terus keluar apinya. Kemudian didorong ke timur,” ungkap Wisnu saat ditemui di SPBU.
Petugas SPBU lantas mengambil APAR untuk memadamkan api. Setelah beberapa kali memadamkan menggunakan alat pemadam yang ada di SPBU, api akhirnya berhasil dipadamkan. “Tadi sekitar 10-15 menit [api berhasil dipadamkan],” ungkap Wisnu.
Wisnu tak mengetahui pasti api bisa menyala dan membakar sepeda motor. Sebelumnya, pengendara mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU senilai Rp40.000.
“Saya juga kurang paham penyebabnya apa. Katanya tadi dari bengkel, terus mengisi BBM di sini. Kebetulan di sini di stater enggak bisa,” ungkap Wisnu.
Wisnu memastikan tidak ada yang terluka dari kejadian tersebut. Api berhasil dipadamkan dan tak sampai merembet ke bagian lain. Pasalnya, sebelum kejadian sepeda motor sudah terlebih dahulu dipinggirkan dan menjauh dari stasiun pengisian.
“Untungnya sudah dipinggirkan. Kalau terjadi di sini kan agak repot juga. Untungnya teman-teman juga respons cepat sehingga cepat bisa diselesaikan,” ungkap Wisnu.
Seluruh alat pemadam yang digunakan juga berfungsi. Wisnu menjelaskan perangkat pemadam yang ada di SPBU itu rutin diperbarui sebelum memasuki masa kedaluwarsa.
Selain itu, petugas secara rutin dilatih kemampuan menggunakan APAR. “Kalau tiap tahun kan ada pergantian APAR. Kan ada expired-nya. Itu dilakukan penggantian Diganti sekaligus teman-teman itu di beri pelatihan. Untungnya masih bisa mengaplikasikan pelatihan walaupun masih pontang-panting tapi berhasil,” kata Wisnu.
Setelah kejadian, aktivitas SPBU berjalan normal. Sepeda motor yang hangus terbakar dan menyisakan rangka sudah dibawa pulang pemiliknya dengan dinaikkan ke pikap. Motor tersebut diketahui milik warga Salatiga.

Leave a Reply