Perluas Jejaring Akademik, 2 Dosen FTIK UIN Saizu Mengajar di Kampus Filipina

Perluas Jejaring Akademik, 2 Dosen FTIK UIN Saizu Mengajar di Kampus Filipina
Kampus Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. (Istimewa)

Medianusantara.site, PURWOKERTO—Dua dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto memperkuat jejaring akademik internasional melalui perkuliahan virtual di University of Mindanau Diagos College (UMDC), Philippines, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program International Teaching Team (ITT) 2026 yang dikoordinasikan Pusat Kajian dan Kantor Urusan Internasional (PKHI) UIN Saizu. Dua dosen yang terlibat dalam program pertukaran dosen tamu (Guest Lecturer Exchange) tersebut adalah Dr. Maria Ulpah dan Fitria Zana Kumala dari Jurusan Pendidikan Matematika FTIK UIN Saizu Purwokerto.

Melalui program ini, kedua dosen membagikan pengetahuan dan pengalaman akademik kepada mahasiswa UMDC Philippines dengan mengangkat dua topik berbeda, yakni Islamic/Arabic Mathematics serta Elementary Statistics & Probability.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UIN Saizu memperluas internasionalisasi pendidikan tinggi, memperkenalkan kontribusi akademisi Indonesia di tingkat regional, sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan antara perguruan tinggi di Indonesia dan Filipina.

Dalam sesi pertama, Dr. Maria Ulpah menyampaikan materi bertajuk “Islamic/Arabic Mathematics” bersama dosen mitra UMDC Philippines, Prof. Retchelle P. Sangco. 

Perkuliahan ini membahas matematika dalam tradisi keilmuan Islam dan Arab, termasuk perkembangan pemikiran matematis serta kontribusi para ilmuwan Muslim terhadap kemajuan ilmu pengetahuan.

Materi tersebut memberikan perspektif historis mengenai peran peradaban Islam dalam membangun dan mengembangkan khazanah matematika yang menjadi bagian dari ilmu pengetahuan universal.

Konsep Dasar Stastistika dan Probalilitas yang Relevan

Pembahasan ini juga memperlihatkan bahwa matematika memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan berkembang melalui interaksi berbagai peradaban. Dengan memahami sejarah tersebut, mahasiswa dapat melihat ilmu matematika tidak hanya sebagai kumpulan rumus dan perhitungan, tetapi juga sebagai hasil perkembangan pemikiran manusia lintas zaman dan budaya.

Sementara itu, Fitria Zana Kumala mengampu materi “Elementary Statistics & Probability” bersama dosen host, Prof. Maria Cristine Joy V. Anter. Pada sesi ini, mahasiswa mempelajari konsep dasar statistika dan probabilitas yang relevan dengan kegiatan akademik, khususnya penelitian pendidikan.

Materi tersebut menekankan pentingnya pemahaman statistik untuk mengolah data, membaca hasil penelitian, serta menyusun kesimpulan berdasarkan bukti empiris.

Penguasaan statistika dan probabilitas menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan penelitian. Melalui pemahaman konsep dasar tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menggunakan data secara lebih sistematis untuk mendukung analisis dan pengambilan keputusan akademik.

Kehadiran dua dosen FTIK UIN Saizu dengan bidang materi yang berbeda memperlihatkan kontribusi pendidikan matematika dalam mempertemukan perspektif sejarah keilmuan, penguasaan konsep, dan penerapan metode kuantitatif dalam penelitian.

ITT 2026 Jadi Jembatan Diplomasi Akademik UIN Saizu

Kepala PKHI UIN Saizu Purwokerto, Dr. Mohamad Sobirin, M.Hum., mengapresiasi pelaksanaan perkuliahan internasional yang melibatkan dosen FTIK UIN Saizu dan akademisi UMDC Philippines.

Menurutnya, program ITT 2026 tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pengajaran lintas negara, tetapi juga menjadi sarana membangun hubungan akademik yang berkelanjutan antara perguruan tinggi mitra.

“Program International Teaching Team (ITT) 2026 dirancang bukan sekadar untuk pemenuhan capaian pengajaran internasional, tetapi juga sebagai jembatan diplomasi akademik. Kolaborasi antara UIN Saizu dan UMDC Philippines memperkuat reputasi perguruan tinggi di kancah Asia Tenggara sekaligus memberikan pengalaman global yang berharga bagi dosen maupun mahasiswa,” ungkap Dr. Mohamad Sobirin.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan dosen dalam perkuliahan internasional merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata sivitas akademika UIN Saizu dalam memperluas pertukaran pengetahuan dan memperkuat hubungan antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Melalui interaksi akademik dengan dosen dan mahasiswa UMDC Philippines, para pengajar juga memperoleh ruang untuk berbagi perspektif, memperluas pengalaman mengajar dalam lingkungan internasional, serta menjajaki peluang pengembangan kegiatan akademik bersama.

Ke depan, program ITT diharapkan dapat menjadi landasan bagi penguatan kerja sama dalam bidang penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan pembelajaran lintas negara.

Partisipasi Dr. Maria Ulpah dan Fitria Zana Kumala dalam program ITT 2026 sekaligus menegaskan peran FTIK UIN Saizu dalam mendukung agenda internasionalisasi kampus. 

Melalui penguatan jejaring akademik di Filipina, UIN Saizu terus mendorong pendidikan tinggi yang terbuka terhadap kolaborasi global, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas akademik secara berkelanjutan. (NA)

Leave a Reply