Pemkab Klaten Bakal Bantu Pasarkan Produk Pupuk Organik TPS3R di Jatipuro

Pemkab Klaten Bakal Bantu Pasarkan Produk Pupuk Organik TPS3R di Jatipuro
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, berbincang dengan perwakilan warga saat digelar Sambung Rasa di Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk, Rabu (7/10/2026). (Istimewa/Bagian Prokopim Setda Klaten)

Medianusantara.site, KLATEN — Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengapresiasi konsistensi operasional Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk. Pemkab memastikan bakal membantu pengoperasian TPS3R tersebut terutama memasarkan salah satu produk berupa pupuk organik.

Hal itu disampaikan Hamenang saat kegiatan Sambung Rasa yang digelar di Desa Jatipuro, Rabu (7/10/2026). Kegiatan serap aspirasi serta mendekatkan pelayanan pemerintah daerah itu dihadiri sejumlah pejabat Pemkab Klaten.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa (Kades) Jatipuro, Tulus Nugroho, menyampaikan sejumlah aspirasi. Salah satunya terkait pengelolaan sampah.

Tulus menjelaskan TPS3R di Desa Jatipuro beroperasi sejak 2018 dan menjadi salah satu yang masih aktif dan berkembang hingga kini. Keberadaan TPS3R itu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Troketon.

Sampah yang masuk ke TPS3R tersebut dikelola dengan salah satu produk berupa pupuk organik. Namun, pengelola terkendala pemasaran pupuk organik yang produksinya cukup melimpah.

Selain kendala pemasaran hasil produk pupuk organik, Tulus menyampaikan aspirasi di sektor pertanian. Terutama kebutuhan normalisasi sungai yang menjadi saluran irigasi pertanian di Jatipuro.

Tulus mengungkapkan ada penyempitan badan sungai akibat sedimentasi dan endapan yang sudah menumpuk cukup lama hingga berdampak pada terhambatnya aliran air menuju lahan pertanian.

Lantaran hal itu, Tulus berharap ada normalisasi sungai dari wilayah Ngaran menuju Jatipuro agar distribusi air untuk pertanian kembali optimal.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengapresiasi TPS3R Desa Jatipuro yang menjadi salah satu andalan Kabupaten Klaten dalam pengelolaan sampah.

“Dari sekian puluh TPS 3R yang ada di Kabupaten Klaten, salah satu yang hari ini masih berjalan, beroperasi dan bahkan berkembang adalah TPS 3R Jatipuro. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam rangka menyelesaikan permasalahan sampah di wilayah,” jelas Hamenang berdasarkan keterangan tertulis dari Bagian Prokopim Setda Klaten.

Hamenang menjelaskan ada kendala yang dihadapi dalam pengelolaan TPS3R tersebut yakni berkurangnya konsumen pupuk organik. Sebelumnya, sejumlah desa di Kecamatan Trucuk menjadi pelanggan pupuk organik produksi TPS3R Jatipuro. Lantaran ada penyesuaian penggunaan dana desa, konsumen pupuk organik di TPS3R tersebut berkurang.

Pemkab, lanjut Hamenang, segera melakukan kajian sejumlah pola, termasuk kemungkinan pembelian pupuk organik melalui perangkat daerah hingga kolaborasi bersama BUMD serta perusahaan.

“Insyaallah nanti kita bikin pola. Apakah nanti kita beli dari dinas kemudian kita bagikan kepada petani, atau kita kolaborasi dengan kawan-kawan BUMD dan perusahaan agar dibeli mereka kemudian dibagikan sebagai CSR,” jelas Hamenang.

Hamenang mengungkapkan pola tersebut diharapkan tidak hanya membantu keberlangsungan TPS 3R Jatipuro, tetapi juga dapat dikembangkan untuk mendukung TPS 3R lainnya di Kabupaten Klaten.

“PR mereka ini kan bisa produksi pupuk organik, tetapi kesusahan menjual. Kalau kemudian bisa kami beli atau dikoneksikan dengan BUMD atau perusahaan-perusahaan untuk membeli dan dibagikan sebagai CSR, itu akan bisa menyelesaikan permasalahan,” ungkap Hamenang.

Menanggapi aspirasi di sektor pertanian, Hamenang mengatakan akan mendorong penanganan normalisasi sungai untuk memperlancar aliran irigasi.

“Tadi disampaikan yang pertama irigasi. Nyuwun tulung, mumpung juga belum musim hujan bisa kita normalisasi. Mungkin ekskavator yang kecil, PC 25, itu bisa,” jelas Hamenang.

Leave a Reply