Seribuan Orang di Purwokerto Gelar Salat Istisqa, Memohon Hujan Segera Turun

Seribuan Orang di Purwokerto Gelar Salat Istisqa, Memohon Hujan Segera Turun
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memberi sambutan sebelum pelaksanaan Shalat Istisqa di Alun-Alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (12/10/2026) pagi. ANTARA/Sumarwoto

Medianusantara.site, PURWOKERTO — Sekitar 1.000 orang menggelar salat Istisqa di Alun-alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, pada Senin (12/10/2026) pagi. Salat Istisqa ini menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan di tengah kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. 

Seribuan orang yang ikut salat Istisqa merupakan dari kalangan pegawai pemerintah daerah Banyumas, Kementerian Agama, berbagai instansi, dan masyarakat umum. Salat Istisqa dipimpin ustaz M. Shofwan Mubarrir dan khotbah disampaikan Taefur Arofat. 

Dalam sambutan sebelum pelaksanaan salat, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengajak masyarakat menghemat penggunaan air, menjaga sumber-sumber air, serta membantu warga yang terdampak kekeringan.

“Di samping ikhtiar spiritual, kita juga perlu terus melakukan ikhtiar nyata, antara lain dengan menghemat penggunaan air, menjaga sumber-sumber air, serta saling membantu masyarakat yang terdampak kekeringan,” katanya yang dikutip dari Antara.

Dia mengatakan ketersediaan air sangat penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mendukung pertanian, dan menunjang berbagai aktivitas masyarakat.

Melalui salat Istisqa, ia mengajak warga memperbanyak istighfar, memperbaiki diri, menjaga kerukunan, serta memohon agar hujan segera turun dan membawa manfaat.

Ditemui setelah pelaksanaan salat, Bupati mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas mengoperasikan enam armada tangki air untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak kekeringan setiap hari.

Menurut dia, distribusi bantuan air bersih tersebut juga mendapat dukungan TNI, termasuk bantuan tenaga pengemudi.

Selain itu pihaknya berupaya memperkuat antisipasi kekeringan melalui pembangunan tampungan air dan sumur bor. “Kami sebetulnya ingin membuat tangki-tangki air yang banyak, tetapi sumber airnya dari mana? Nah, kami sedang survei,” katanya.

Ia mengatakan pembangunan sumur bor dengan bantuan TNI dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.

Sadewo mengharapkan hujan segera turun setelah pelaksanaan salat Istisqa, terlebih kondisi cuaca pada Senin (12/10/2026) pagi mulai mendung. “Mudah-mudahan hari ini bisa turun hujan atau besok,” ucapnya.

Sementara dalam khotbahnya, Taefur Arofat mengajak jemaah menjadikan kekeringan sebagai momentum untuk mensyukuri nikmat air, melakukan introspeksi diri, serta bertobat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT).

Menurutnya, kemarau panjang menyadarkan masyarakat bahwa air merupakan nikmat luar biasa yang kerap kurang disyukuri. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dan menghindari tindakan yang merusak alam, seperti pembakaran dan penggundulan hutan.

“Marilah kita memperbanyak istighfar dan doa untuk memohon hujan yang membawa manfaat dan kesuburan, bukan hujan yang menimbulkan kerugian,” katanya.

Khatib mengharapkan masyarakat meningkatkan ketakwaan dan memperbaiki perilaku agar memperoleh rahmat serta keberkahan dari Allah SWT.

Leave a Reply