Tugu Muda Semarang Ditutup 2 Hari, Ini Jadwal dan Jalur Alternatif

Tugu Muda Semarang Ditutup 2 Hari, Ini Jadwal dan Jalur Alternatif
Aksi teatrikal peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang di kawasan Tugu Muda. (Daerah/Fitroh Nurikhsan)

Medianusantara.site, SEMARANG — Kawasan Tugu Muda, Kota Semarang, akan ditutup total selama dua hari, Selasa-Rabu (13-14/10/2026), untuk mendukung peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang. Masyarakat yang biasa melintasi kawasan tersebut diimbau mencari jalur alternatif untuk menghindari kepadatan lalu lintas.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Mulyadi, mengatakan rekayasa lalu lintas diberlakukan selama dua hari untuk mendukung kelancaran rangkaian peringatan peristiwa bersejarah tersebut.

Pengalihan arus dimulai pukul 17.00 WIB dan berlangsung hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

“Dari Selasa sore itu sudah (pengalihan) lalu lintas karena ada gladi bersih dan Rabunya puncak acara peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang,” ucap Mulyadi saat dihubungi Espos, Senin.

Sejumlah ruas jalan yang ditutup atau terdampak rekayasa lalu lintas meliputi Jalan MGR Sugiyopranoto, Jalan dr. Sutomo, Jalan Pandanaran, hingga Jalan Pemuda.

Pengendara yang biasa melintasi kawasan tersebut diimbau menyesuaikan perjalanan dan memilih rute alternatif sesuai tujuan untuk menghindari kepadatan.

Ada Empat Lokasi Kantong Parkir

Dishub Kota Semarang juga menyiapkan empat lokasi kantong parkir bagi masyarakat yang hendak menghadiri peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang.

Lokasi parkir tersebut berada di Pasar Bulu, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Gereja Katedral, serta deretan rumah toko (ruko) di Jalan Pandanaran.

Kantong parkir disiapkan untuk menampung kendaraan pengunjung agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan. Penyediaan tempat parkir resmi juga diharapkan mengurangi risiko masyarakat menggunakan jasa parkir liar dengan tarif yang tidak sesuai ketentuan.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Untuk pengguna jalan, kami imbau supaya memperhatikan rambu-rambu, mengikuti arahan petugas, serta menggunakan jalur-jalur alternatif yang tersedia,” papar Mulyadi.

Mulyadi menambahkan Dishub akan menyampaikan informasi rekayasa lalu lintas melalui pengeras suara yang terpasang di sejumlah persimpangan dalam sistem Area Traffic Control System (ATCS).

Informasi tersebut akan disampaikan langsung dari ruang pemantauan CCTV ATCS Kota Semarang agar masyarakat dapat mengetahui perubahan arus lalu lintas.

“Kami juga akan melakukan imbauan di beberapa simpang yang sudah terfasilitasi pengeras suara. Pesan suara akan kami kontrol langsung dari ruang CCTV ATCS Kota Semarang,” imbuh Mulyadi.

Dishub berharap masyarakat mengantisipasi perubahan arus lalu lintas selama dua hari pelaksanaan kegiatan. Pengguna jalan disarankan merencanakan perjalanan lebih awal, memperhatikan rambu-rambu, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Leave a Reply