Cegah Banjir Musim Hujan, 38 Sungai dan Saluran Air di Semarang Dikeruk

Cegah Banjir Musim Hujan, 38 Sungai dan Saluran Air di Semarang Dikeruk
Ilustrasi banjir (Daerah.com-Adhik Kurniawan)

Medianusantara.site, SEMARANG — Sebanyak 38 sungai dan saluran air di Kota Semarang dikeruk untuk mengurangi sedimentasi dan mengantisipasi banjir saat musim hujan. Dari total pekerjaan tersebut, lima lokasi masih dalam proses pengerjaan.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan pemeliharaan sungai dan saluran air terus dilakukan untuk mengantisipasi banjir saat musim penghujan. Pengerukan diharapkan dapat memperlancar aliran air sekaligus mengurangi risiko genangan di sejumlah wilayah.

“Pemeliharaan sungai dan saluran ini bagian dari upaya kita untuk mengantisipasi musim hujan. Pengerukan dilakukan agar aliran air lebih lancar sekaligus membantu mengurangi risiko banjir dan genangan di berbagai wilayah Kota Semarang,” ucap Agustina, Selasa (13/10/2026).

Pengerukan sungai dan perawatan saluran air tersebar di berbagai wilayah Kota Semarang. Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyiapkan 119 unit pompa dengan kapasitas total 92.190 liter per detik.

Agustina juga mengajak masyarakat ikut mengurangi risiko banjir dengan menjaga kebersihan lingkungan. Warga diminta tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air karena dapat menghambat aliran dan memicu genangan saat hujan turun.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Suwarto menyebut sejumlah lokasi yang telah dikeruk, antara lain Kali Bunggel di Pedurungan Tengah sepanjang 1,5 kilometer, Sungai Karanganyar sepanjang 1,4 kilometer, Sungai Jumbleng di Jerakah sepanjang 1,2 kilometer, Sungai Tapak di Tugurejo, serta Sungai Silandak di Purwoyoso.

Pengerukan juga dilakukan di saluran Padi Raya dan saluran Jalan Gajah sepanjang 600 meter, serta sejumlah saluran air di kawasan Tembalang dan Semarang Tengah.

“Lima lokasi yang masih dalam proses pengerjaan meliputi kali sodor, kali sier, kali Semarang ruas Kuningan, kali Semarang ruas Lodan Raya dan saluran Buludrain,” ungkap Suwarto.

Pemkot Semarang Siapkan Pompa dan Alat Berat

Untuk mendukung penanganan banjir, DPU Kota Semarang memiliki 66 unit truk jungkit (dump truck) dan 57 unit alat berat. Selain 119 unit pompa dengan kapasitas gabungan 92.190 liter per detik atau sekitar 92,19 meter kubik per detik, tersedia pula 101 unit pompa portabel untuk membantu penanganan genangan di lapangan.

Sementara itu, penanganan sedimentasi di Banjir Kanal Barat dilakukan melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Suwarto mengatakan BBWS telah memulai pengerukan dari bagian hilir, termasuk di kawasan depan The Park.

“Saat ini BBWS sudah mulai mengeruk dari bagian hilir terlebih dahulu, termasuk di depan The Park. Penanganannya masih berproses karena menjadi kewenangan BBWS,” tandas Suwarto.

Leave a Reply