Siswa SLB D YPAC Solo Bentang Poster Dukung Atlet Indonesia di Asian Para Games

Siswa SLB D YPAC Solo Bentang Poster Dukung Atlet Indonesia di Asian Para Games
Sejumlah siswa SLB D YPAC Kota Solo bersama guru pendamping membentangkan poster di tepi Jalan Slamet Riyadi, Solo, Selasa (13/10/2026). (Daerah/Dhima Wahyu Sejati)

Medianusantara.site, SOLO — Sebanyak 12 siswa penyandang disabilitas dari Sekolah Luar Biasa (SLB) D YPAC Kota Solo membentangkan poster di kawasan Jalan Slamet Riyadi, sekitar Stadion Sriwedari, Selasa (13/10/2026). Aksi tersebut digelar untuk memberikan dukungan moril kepada kontingen Indonesia yang akan berlaga dalam 5th Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.

Salah satu siswa SLB D YPAC Solo, Muhammad Hikmal, mengatakan aksi tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusinya untuk mendukung perjuangan atlet nasional. Kegiatan itu sekaligus memotivasinya untuk kembali menekuni bidang olahraga.

Hikmal mengaku pernah berlatih olahraga boccia. Dari pengalaman tersebut, ia memahami bahwa menjadi atlet membutuhkan perjuangan fisik dan mental yang tidak ringan. “Tantangannya banyak. Kita harus dilatih untuk menguasai teknik, harus percaya diri saat melempar, dan banyak juga strategi-strategi yang harus dikuasai,” ungkap Hikmal kepada wartawan, Selasa.

Ia berharap seluruh kontingen Indonesia dapat tampil maksimal dalam ajang di Aichi-Nagoya, meski harus menghadapi berbagai tantangan selama pertandingan. “Semoga atlet yang berlaga di Jepang bisa menghasilkan hasil yang maksimal dan terbaik,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Kesiswaan SLB D YPAC Surakarta, Wulansari Dwi Pambudi, menjelaskan aksi tersebut diikuti 12 siswa dari kelas VII, IX, XI, dan XII. Selain sebagai bentuk dukungan kepada atlet nasional, kegiatan itu bertujuan menumbuhkan motivasi para siswa agar berani mengejar cita-cita dan mengembangkan potensi diri.

“Manfaatnya untuk anak-anak ini bisa menjadi motivasi supaya mereka juga berani meraih cita-citanya. Semangatnya bisa mencontoh para atlet Asian Para Games yang bisa berprestasi hingga ke luar negeri,” ujar Wulansari.

Ia mengatakan sekolah juga mendukung pengembangan bakat olahraga para siswa penyandang disabilitas melalui latihan yang didampingi guru olahraga. Latihan tersebut biasanya difokuskan pada penguatan motorik dan kelenturan tangan.

“Bagi siswa yang memiliki kekuatan lebih di area tangan, sekolah mengarahkannya ikut cabang balap kursi roda,” katanya.

Menurut Wulansari, siswa SLB D YPAC Solo telah menorehkan sejumlah prestasi olahraga, termasuk meraih juara pertama di tingkat kota, provinsi, hingga nasional pada cabang lari dan balap kursi roda.

Saat ini, sekitar tiga hingga empat siswa masih aktif mengikuti latihan, termasuk dua siswa yang berfokus pada cabang boccia. Pembinaan atlet pun terus dilakukan karena sebagian atlet andalan sekolah sebelumnya telah lulus.

“Saat ini ada sekitar tiga hingga empat siswa yang aktif dalam proses latihan, termasuk dua anak yang fokus di cabang boccia. Memang rata-rata atlet andalan kami sebelumnya sudah pada lulus, jadi ini proses pembinaan atlet lagi,” jelasnya.

Wulansari berharap perjuangan atlet Indonesia di Asian Para Games 2026 membuahkan medali emas dan mengharumkan nama bangsa. Ia juga berharap prestasi para atlet dapat menginspirasi siswa SLB D YPAC Solo untuk terus berlatih dan berani meraih cita-cita.

Leave a Reply