Trump Tak Risau Dimakzulkan, Tetap Bela Perang Iran Usai Partainya Kalah Pemilu

Trump Tak Risau Dimakzulkan, Tetap Bela Perang Iran Usai Partainya Kalah Pemilu
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. (Istimewa/White House)

Medianusantara.site, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku tidak khawatir menghadapi kemungkinan pemakzulan setelah Partai Demokrat meraih kemenangan dalam pemilihan sela Kongres AS. Di tengah kekalahan Partai Republik, Trump juga menegaskan tetap membela keputusan melancarkan perang terhadap Iran.

Dalam pernyataan perdananya di Gedung Putih sejak pemilihan paruh waktu, Rabu (4/11/2026), Trump menepis kekhawatiran bahwa Partai Demokrat akan menggunakan kemenangan tersebut untuk memakzulkannya.

Dia justru menilai upaya pemakzulan tanpa alasan yang jelas akan menjadi bumerang bagi Partai Demokrat.

“Tidak, tidak, tidak sama sekali. Saya pikir hal itu justru akan menghancurkan Partai Demokrat jika mereka melakukannya, karena hal itu akan menjadi pemakzulan tanpa sebab. Atas dasar apa pemakzulannya? Apakah atas dasar negara kita sukses?” kata Trump saat ditanya apakah dirinya khawatir akan dimakzulkan.

Trump mengatakan masih terbuka untuk bekerja sama dengan Partai Demokrat di Kongres AS selama partai tersebut tidak berupaya mengganggu pemerintahannya.

“Saya mungkin bisa akur dengan Partai Demokrat, kecuali kalau mereka mau bersikap destruktif. Saya masih punya hak veto,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Partai Demokrat berhasil merebut kendali Senat dan DPR AS dalam pemilu sela pada Selasa (3/11/2026). Kemenangan Demokrat juga terjadi di sejumlah negara bagian.

Trump secara terbuka mengucapkan selamat kepada Partai Demokrat atas kemenangan tersebut. Namun, dia menilai Partai Republik sebenarnya dapat meraih hasil lebih baik seandainya dirinya ikut tercantum dalam surat suara pemilu.

Trump Tetap Bela Perang dengan Iran

Di tengah kekalahan Partai Republik, Trump juga menegaskan keputusan melancarkan perang terhadap Iran tetap tepat. Dia mengaku tidak memiliki pilihan lain selain melanjutkan operasi militer tersebut.

“Soal Iran, kami memang harus melakukannya dan akan terus melanjutkannya,” kata Trump saat ditanya di Gedung Putih, Rabu.

Trump mengakui perang dengan Iran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kekalahan Partai Republik dalam pemilu sela. Dia sependapat dengan Wakil Presiden AS JD Vance yang menyebut konflik tersebut sebagai salah satu pemicu kekalahan partai mereka.

Menurut Trump, perang tersebut turut mendorong kenaikan harga bahan bakar yang dirasakan masyarakat. “Saya pikir hal itu benar karena perang membuat harga bahan bakar naik,” ucapnya.

Meski demikian, Trump bersikukuh keputusan melancarkan serangan militer terhadap Iran merupakan langkah tepat untuk mencegah negara tersebut memiliki senjata nuklir. “Jika saya harus mengulanginya, saya akan tetap lakukan lagi karena itu adalah satu-satunya jawaban jangka panjang. Kita tak boleh membiarkan Iran memiliki senjata nuklir,” katanya.

Sebelumnya, Vance menyebut perang dengan Iran sebagai salah satu alasan kekalahan Partai Republik dalam pemilu. Dia mengatakan kemarahan pemilih terhadap konflik tersebut mendorong sejumlah mantan pendukung Trump beralih memilih Partai Demokrat. “Alasan kita kalah adalah karena perang,” tulis Vance melalui media sosial X.

Menanggapi pernyataan wakil presidennya tersebut, Trump menyebut pandangan Vance cukup baik. Namun, dia menegaskan tidak akan mengubah keputusannya terkait perang dengan Iran. “Yang bisa saya katakan, sejauh soal perang tersebut, saya tidak akan mengambil langkah berbeda,” ucap Trump.

Trump kembali menyatakan Partai Republik sebenarnya bisa menang apabila dirinya ikut dalam surat suara pemilu. Dia juga menilai dukungan yang diperoleh dalam berbagai kampanye partai sudah sangat besar, tetapi tidak berhasil dialihkan untuk mendongkrak para kandidat.

Sementara itu, laporan The Wall Street Journal yang mengutip sejumlah sumber menyebut pemerintahan Trump tengah menghadapi perbedaan pandangan mengenai langkah selanjutnya terkait Iran.

Sejumlah pejabat pemerintahan disebut mendesak Trump melancarkan serangan baru terhadap Iran, kemudian mengupayakan perdamaian untuk mengakhiri konflik sebelum masa jabatannya berakhir. Namun, pihak lain berpendapat Trump sebaiknya menerima hasil pemilu dan mengakhiri operasi militer.

Dalam wawancara dengan CNBC, Trump juga mengatakan dirinya dapat bekerja sama dengan Partai Demokrat dalam lebih banyak bidang daripada yang diperkirakan masyarakat pada masa sidang Kongres AS mendatang.

Leave a Reply