Prabowo: Saya Kaget, Pertamina Punya 200 Anak dan Cucu Perusahaan

Prabowo: Saya Kaget, Pertamina Punya 200 Anak dan Cucu Perusahaan
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia, Jakarta, Rabu (11/3/2025).

Medianusantara.site, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara langsung menghadiri tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia pada Rabu (11/3/2026). Dalam kesempatan itu, Prabowo mengaku kaget Pertamina memiliki 200 anak dan cucu perusahaan.

Prabowo menegaskan BUMN didirikan oleh pendiri-pendiri bangsa yang dahulunya merupakan perusahaan negara.

“Kita tidak punya industri tekstil. Negara mendirikan Patal Senayan. Tidak punya industri kertas, kita butuh buku, anak-anak perlu belajar, negara mendirikan pabrik kertas. Tidak punya obat waktu merdeka, negara mendirikan perusahaan-perusahaan farma,” kata Prabowo.

Kemudian, di awal-awal negara merdeka, berdiri perusahaan negara yang mengelola kekayaan sumber daya minyak dan mineral, yakni Pertamina. Ternyata, menurut Prabowo, itikad baik pendiri-pendiri bangsa itu akhirnya melahirkan anak perusahaan, cucu perusahaan, dan cicit perusahaan. 

“Saya kaget, Pertamina punya 200 anak dan cucu perusahaan. Dan aneh lagi, ada peraturan-peraturan yang lebih aneh lagi. Kalau BUMN boleh diaudit oleh negara, katanya kalau cucu perusahaan enggak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?” ujar Prabowo.

Jumlah BUMN Harus Dipangkas

Presiden pun menjelaskan bahwa Danantara harus menggenjot langkah konsolidasi. Jumlah BUMN yang saat ini mencapai sekitar 1.000 akan dipangkas menjadi hanya 200 dengan melakukan konsolidasi.

“Premis kita ternyata bener, konsolidasi, satu manajemen dengan rasional, dengan standar-standar terbaik dunia,” ujar Prabowo.

Sebelumnya, Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengungkapkan bahwa seiring dengan langkah konsolidasi itu, akan ada 300 merger perusahaan BUMN. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari tahap kedua konsolidasi bisnis BUMN, baik merger maupun akuisisi.  

Selain itu, lanjutnya, akan ada spin-off di perusahaan-perusahaan BUMN, sehingga perusahaan-perusahaan tersebut akan kembali ke bisnis inti mereka. 

Dony mencontohkan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang minyak dan gas (migas), seperti Pertamina, misalnya, saat ini memiliki fokus yang sangat luas sehingga tidak lagi menjadi perusahaan migas. 

“Ini nanti akan terjadi juga spin-off dari perusahaannya. Ada bisnis hospital-nya akan keluar, hotelnya akan keluar, dan sebagainya,” ucap Dony.

Dengan konsolidasi ini, bisnis BUMN akan fokus pada kompetensi inti. Hal ini akan memudahkan Danantara mengembangkan business model dan mengembangkan sumber daya manusia.  

Di sisi lain, Dony juga menyoroti bahwa saat ini jumlah perusahaan di BUMN adalah sebanyak 1.046 perusahaan. Akan tetapi, 97% dividen dari BUMN hanya datang dari delapan perusahaan. 

Dengan konsolidasi ini, nantinya jumlah BUMN diharapkan dapat menjadi 228 perusahaan dari 1.046 perusahaan yang ada saat ini. Sebanyak 228 perusahaan ini nantinya diharapkan dapat berkompetisi, memiliki business model yang layak, sumber pendapatan yang layak, dan dikelola secara transparan.

Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Prabowo Kaget Pertamina Punya 200 Anak Cucu Usaha, Singgung Konsolidasi BUMN

Leave a Reply