Trump Lanjutkan Serangan, Iran Terus Berjuang Kalahkan AS dan Israel

Trump Lanjutkan Serangan, Iran Terus Berjuang Kalahkan AS dan Israel
Suasana setelah terjadi serangan di dekat Universitas Teheran, Iran, Sabtu (28/2/2026). (ANTARA FOTO/ Xinhua/tom/am)

Medianusantara.site, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah memenangkan perang atas Iran. Meski demikian, AS akan terus melanjutkan operasi militer hingga misi tersebut benar-benar selesai.

“Kami tidak akan pergi sampai pekerjaan itu selesai dan itu akan sangat cepat, akan sangat cepat,” kata Trump dalam sebuah acara di Kentucky, Rabu (11/3/2026).

Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel meluncurkan serangan gabungan terhadap Iran yang menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Trump menambahkan bahwa pihaknya telah menghancurkan 58 kapal angkatan laut milik Iran. Dia juga mengatakan bahwa operasi militer tersebut sudah mencapai kesuksesan besar. Namun, Trump mengingatkan bahwa ia lebih memilih untuk tidak menyatakan kemenangan terlalu dini.

“Kami telah menang. Saya beri tahu Anda, kami telah menang. Anda tahu, Anda tidak pernah suka mengatakan terlalu cepat bahwa Anda menang. Kami menang. Kami memenangkan taruhan, pada jam pertama; semuanya sudah berakhir,” ucapnya yang dikutip dari Antara.

Trump kembali menegaskan bahwa AS melakukan apa yang ia sebut sebagai “darmawisata”.

“Anda tahu excursion? Kami harus melakukan perjalanan kecil untuk menyingkirkan beberapa orang jahat, sangat jahat. Itu seharusnya sudah dilakukan sejak 47 tahun lalu. Mereka telah membunuh rakyat kami,” katanya.

Dia mengatakan bahwa Iran sudah “siap”.

“Mereka sangat kuat, Anda tahu. Mereka akan mencoba menguasai seluruh Timur Tengah. Mereka akan menghancurkan Israel. Mereka tidak tahu apa yang menghantam mereka, bukan? Mereka tidak tahu bahwa mereka dihantam oleh militer Amerika. Mereka tidak mengharapkan hal seperti ini,” ucap Trump.

Dia menambahkan bahwa AS tidak ingin menyelesaikan operasi militer itu terlalu cepat.

“Kami tidak ingin pergi terlalu cepat, bukan? Kami harus menyelesaikan pekerjaan ini. Selama 11 hari terakhir, militer kami secara praktis telah menghancurkan Iran, negara yang keras,” ujarnya.

Iran Berjuang untuk Menang

Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, mengatakan Iran tidak memerlukan apa pun, kecuali menginginkan menang dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel.

“Kami sedang berjuang untuk menang dan kami tidak menuntut apa pun, kecuali kemenangan. Trump dan Netanyahu harus tahu itu,” kata Jalali kepada kantor berita multimedia internasional Rossiya Segodnya.

Jalali menegaskan AS harus mengganti rugi atas semua kerusakan yang ditimbulkan akibat serangannya, sekaligus mencabut sanksi terhadap Iran.

Negara-negara Arab pun telah menyadari bahwa pihak militer AS tidak dapat menjamin keamanan mereka, ujar Jalali seperti dikutip dari Antara

Leave a Reply