Dapat Izin Iran, Tanker Bawa 2 Juta Barel Minyak Milik Korsel Lintasi Hormuz

Dapat Izin Iran, Tanker Bawa 2 Juta Barel Minyak Milik Korsel Lintasi Hormuz
Ilustrasi kapal tanker. (Image by Freepik)

Medianusantara.site, JAKARTA – Kapal milik perusahaan Korea Selatan sedang melintasi Selat Hormuz setelah mendapatkan izin dari otoritas Iran.

Apabila tanker itu berhasil melalui jalur strategis selat tersebut, maka itu akan menjadi kasus pertama kapal Korea Selatan yang dapat melewati Selat Hormuz sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat melawan Iran.

“Saat ini, sebuah tanker minyak Korea Selatan sedang melakukan perjalanan keluar dari Selat Hormuz dengan koordinasi bersama pihak Iran,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Korsel Cho Hyun dalam sidang komite parlemen di Seoul, Rabu (20/5/2026).

Dia menjelaskan izin melintas tersebut didapatkan setelah berkonsultasi dengan otoritas Iran, sehingga kapal tersebut dapat mulai berlayar pada Selasa (19/5/2026).

“Kapal melintasi Selat dengan sangat hati-hati,” kata Cho, seraya menambahkan tanker tersebut membawa 2 juta barel minyak mentah seperti dikutip dari Antara.

Menurut pejabat kementerian, kapal yang terjebak di dekat jalur strategis itu sejak akhir Februari lalu mulai bergerak di perairan dekat Qatar pada Selasa (19/5/2026) setelah mendapat izin melintas dari Iran. Kapal itu diperkirakan memasuki Teluk Oman pada Rabu malam.

Kapal itu membawa lebih dari 20 awak kapal, termasuk kurang dari 10 di antaranya merupakan warga Korea Selatan. Tanker minyak Korea itu berlayar melalui rute yang ditentukan Iran dan tidak dikenakan tarif transit oleh Iran.

Pejabat pemerintah menolak mengungkapkan nama operator kapal tersebut dengan alasan keamanan. Namun, Bloomberg sebelumnya melaporkan kapal tersebut merupakan tanker minyak mentah yang dioperasikan perusahaan pelayaran Korea Selatan HMM Co. dengan tujuan Pelabuhan Ulsan.

Apabila perjalanan kapal tersebut berlangsung aman, maka jumlah kapal yang dioperasikan Korea Selatan dan masih tertahan di dekat Selat Hormuz akan berkurang menjadi 25 kapal, termasuk HMM Namu yang saat ini menjalani perbaikan di Uni Emirat Arab (UEA).

Kapal itu berlayar sekitar dua pekan setelah kapal kargo berbendera Panama, HMM Namu, dihantam dua benda terbang tak dikenal hingga memicu ledakan dan kebakaran serta menyebabkan satu awak kapal mengalami luka ringan.

Pemerintah Korea Selatan saat ini melakukan analisis guna mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas insiden itu.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Korea Selatan menyatakan persetujuan Iran atas pelayaran kapal itu tidak terkait dengan serangan terhadap kapal HMM Namu, melainkan hasil konsultasi panjang mengenai keamanan kapal Korea Selatan di Selat Hormuz.

Iran diketahui membatasi pelayaran di Selat Hormuz akibat konflik yang sedang berlangsung dengan AS dan Israel sejak akhir Februari lalu.

Minggu (17/5/2026), Menlu Cho juga melakukan pembicaraan via telepon dengan Menlu Iran Abbas Araghchi dan kedua pihak sepakat melanjutkan konsultasi terkait keselamatan kapal dan awak Korea Selatan di Selat Hormuz.

Leave a Reply