Medianusantara.site, MAGETAN – Sebuah grup WhatsApp wali murid di salah satu sekolah di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mendadak ramai pada Jumat (13/3/2026). Keramaian itu dipicu keluhan sejumlah orang tua siswa yang mendapati menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa pentol daging dalam kondisi berlendir dan diduga tidak layak konsumsi.
Dalam dokumentasi yang beredar di grup tersebut, terlihat beberapa butir pentol yang sudah ditempatkan di wadah makanan siswa tampak berlendir. Foto itu langsung memicu berbagai respons dari wali murid lain yang khawatir terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak mereka.
Sejumlah orang tua siswa mengaku kecewa karena makanan yang seharusnya mendukung pemenuhan gizi anak justru diduga tidak layak dimakan. Mereka khawatir kondisi makanan tersebut dapat berdampak pada kesehatan siswa.
Diduga Berasal dari SPPG Tambakmas
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari salah satu wali murid, menu MBG tersebut disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambakmas, Kecamatan Sukomoro. Paket makanan yang diterima siswa disebut berisi lima butir pentol daging yang sudah dalam kondisi berlendir.
“Langsung ramai di WA grup wali murid. Masa pentol daging lima butir saja sudah basi dan berlendir semua. Banyak yang protes dan meminta makanan itu dikembalikan saja ke SPPG,” ujar salah satu wali murid.
Keluhan tersebut memicu diskusi panjang di grup WhatsApp. Beberapa orang tua bahkan menyarankan agar pihak sekolah segera menyampaikan keluhan tersebut kepada pengelola SPPG agar kejadian serupa tidak terulang.
Satgas MBG Magetan Lakukan Koordinasi
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Satgas MBG Magetan, Welly Kristanto, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari para wali murid.
Ia menyebut keluhan itu telah diteruskan kepada koordinator wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Magetan untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut.
“Keluhan-keluhan itu sudah kami terima, saat ini sudah kami koordinasikan dengan Korwil BGN yang di Magetan,” kata dia.
Pihak terkait kini akan menindaklanjuti laporan tersebut untuk memastikan kualitas makanan dalam program MBG tetap aman dan layak dikonsumsi oleh para siswa.

Leave a Reply