Medianusantara.site, JAKARTA — Sebanyak 20.000 anak yang sebelumnya putus sekolah kembali melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat yang dijalankan Kementerian Sosial dalam satu tahun terakhir.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan antara Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Kamis (12/3/2026) malam.
Berdasarkan unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), silaturahmi yang dilakukan Menteri Sosial tersebut sekaligus melaporkan perkembangan program Sekolah Rakyat. “Alhamdulillah dalam satu tahun ini hampir 20.000 anak-anak putus sekolah dapat kembali bersekolah,” tulis unggahan tersebut.
Selain memperoleh akses pendidikan, para anak juga mendapatkan fasilitas tempat tinggal yang layak, makanan, pemenuhan gizi, serta jaminan kesehatan.
Program Sekolah Rakyat dijalankan sebagai upaya pemerintah memastikan anak-anak usia sekolah tetap memperoleh kesempatan belajar. Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap persoalan anak-anak yang tidak dapat mengakses pendidikan.
Pemerintah berupaya memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah yang kehilangan kesempatan belajar atau harus hidup dan mencari nafkah di jalanan.
“Presiden Prabowo tidak ingin ada lagi anak-anak yang seharusnya bersekolah tetapi tidak dapat bersekolah, serta tidak ingin ada anak-anak yang harus hidup, mencari makan, dan tinggal di jalanan,” tulis unggahan tersebut.
Program Sekolah Rakyat direncanakan terus diperluas setiap tahun agar memberikan dampak yang lebih besar bagi generasi muda Indonesia.
Program tersebut merupakan inisiatif pendidikan unggulan Presiden Prabowo berupa sekolah berasrama gratis yang ditujukan untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas.
Sekolah Rakyat secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, anak jalanan, serta kelompok rentan di berbagai daerah di Indonesia.

Leave a Reply