Khofifah Larang ASN Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran

Khofifah Larang ASN Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyalami Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim. (ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim)

Medianusantara.site, SURABAYA – Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Timur dilarang menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan mudik Lebaran 2026. Larangan ini untuk menjaga integritas dna akuntabilitas aparatur negara.

“Saya imbau agar kendaraan dinas bisa diparkirkan di kantor masing-masing sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Saya berharap seluruh ASN Pemprov Jatim dapat mematuhi ketentuan ini dengan penuh tanggung jawab serta menjadi teladan dalam menjaga integritas dan akuntablitas sebagai aparatur negara,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Selasa (17/3/2026).

Dia menegaskan larangan tersebut mengacu pada Surat Edaran Gubernur Nomor 800/1022/204/2026 tentang pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi pada masa hari raya.

Selain itu, Khofifah juga menekankan bahwa pelaksanaan Work From Anywhere (WFA) bukan berarti tambahan libur bagi ASN.

“WFA bukan libur, WFA bukan santai-santai. Tapi tetap harus diikuti dengan tanggung jawab antara kelancaran pelayanan publik dan produktivitas pegawai. Saya minta seluruh kepala OPD dapat memandu WFA ini dengan baik,” ucapnya yang dikutip dari Antara.

Khofifah menegaskan bahwa pelaksanaan WFA ini bukanlah tambahan libur ataupun cuti, melainkan suatu mekanisme kerja yang memberikan keleluasaan lokasi kerja dengan tetap menjaga kedisiplinan, tanggung jawab, dan produktivitas kinerja.

Menurut dia, kebijakan WFA menjadi bagian dari uji coba menghadapi dinamika global, termasuk dampak geopolitik terhadap harga energi dunia.

“Ketika kita bisa melakukan efisiensi dan anggaran itu bisa kita sisihkan maka harapannya adalah kita akan tetap bisa menginterfensi kemiskinan ekstrem utamanya yang di Desil 1 dan 2,” ujarnya.

Menurut mantan Menteri Sosial itu, tidak boleh kemiskinan ekstrem di wilayah Jatim bertambah. Baik desil 1 dan 2 harus diberikan program kemandirian, bukan charity atau bantuan.

Di akhir, Khofifah mengingatkan ASN menjaga toleransi antarumat beragama mengingat Lebaran berdekatan dengan Hari Raya Nyepi serta memastikan layanan publik tetap optimal.

“Terima kasih atas sinergitas yang telah terjaga. Jaga produktivitas, jaga tetap bahwa layanan-layanan publik kita tetap berjalan baik pada saat dimana ada yang WFA. Mohon kepala Perangkat Daerah hingga Rumah Sakit dapat menghitung dan menyiagakan secara cukup tim baik nakes maupun tim lapangan lainnya,” katanya.

Leave a Reply