Medianusantara.site, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan menunda kunjungan kenegaraannya ke China selama sekitar satu bulan untuk fokus menangani konflik yang sedang berlangsung dengan Iran.
Pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping yang semula dijadwalkan pada akhir Maret hingga awal April 2026 kini berpotensi diundur akibat situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah.
Trump menyatakan ingin tetap berada di Washington untuk mengawasi perkembangan konflik serta mengoordinasikan respons Amerika Serikat.
“Saya ingin sekali pergi ke China, tetapi karena perang, saya harus berada di sini,” ujar Trump, dikutip Selasa (17/3/2026).
Pertemuan Trump dan Xi sebelumnya diproyeksikan menjadi momentum penting untuk membahas berbagai isu strategis, seperti perdagangan, pasokan mineral tanah jarang, hingga peningkatan pembelian produk pertanian Amerika oleh China.
Meski demikian, pejabat kedua negara masih terus berkomunikasi terkait kemungkinan penjadwalan ulang pertemuan tersebut.
Penundaan ini juga dipengaruhi dampak konflik di Timur Tengah terhadap stabilitas energi global. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia, memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak dan rantai distribusi global.
Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia diketahui melintasi jalur tersebut, sehingga gangguan di kawasan itu dapat berdampak signifikan terhadap harga energi internasional.
Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya juga mendesak sejumlah negara, termasuk China, untuk ikut menjaga stabilitas distribusi energi di kawasan tersebut. Namun, China lebih menekankan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan rencana pertemuan antara Trump dan Xi Jinping tidak dibatalkan sepenuhnya, melainkan kemungkinan hanya ditunda karena faktor keamanan dan logistik.
Situasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat saat ini membuat pemerintah AS memprioritaskan penanganan keamanan di kawasan tersebut sebelum melanjutkan agenda diplomatik lainnya.

Leave a Reply