Meriahnya Lomba Takbir di Wedi Klaten, Bawa Replika Masjid hingga Al Qur’an

Meriahnya Lomba Takbir di Wedi Klaten, Bawa Replika Masjid hingga Al Qur’an
Salah satu regu peserta Lomba takbir keliling se-Kecamatan Wedi menyusuri Jalan sambil menggemakan takbir, Kamis (19/3/2026). (Daerah/Taufiq Sidik Prakoso)

Medianusantara.site, KLATEN — Sebanyak 15 regu meramaikan lomba takbir keliling 1447 Hijriah yang digelar Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Cabang Wedi, Kamis (19/3/2026) malam.

Lomba dimulai dari Lapangan Kalibajing, Desa Pakahan, Kecamatan Jogonalan, dan berakhir di kompleks PTPN X Wedi. Para peserta tampil kreatif dengan berbagai kostum dan ornamen menarik.

Beragam kostum dikenakan, mulai dari busana muslim dipadu kain batik hingga kostum karnaval seperti tokoh Hanoman. Peserta juga membawa aksesori seperti oncor, payung berhias lampu warna-warni, serta berbagai replika unik.

Beberapa regu menampilkan maskot berupa replika Al-Qur’an, masjid, pendopo, kapal, hingga kereta kencana. Masing-masing kelompok mengumandangkan takbir dengan gaya dan kreativitas berbeda.

Ketua AMM Cabang Wedi, Dwi Heri, mengatakan kegiatan ini digelar untuk menyambut Hari Raya Idulfitri sekaligus mendorong kreativitas generasi muda.

“Peserta sekitar 15 regu dari TPA masjid se-Kecamatan Wedi. Rute dimulai dari Lapangan Kalibajing hingga finish di PTPN Wedi,” ujarnya.

Setiap regu terdiri dari minimal 12 peserta, bahkan ada yang mencapai 25 orang. Penilaian lomba meliputi lafal takbir, formasi, serta kreativitas penampilan.

Menurut Heri, lomba ini menjadi agenda rutin tahunan yang bertujuan meningkatkan semangat anak-anak dan remaja dalam kegiatan keagamaan.

“Harapannya mereka lebih semangat ke masjid dan menyalurkan kreativitas melalui kegiatan positif,” katanya.

Salah satu peserta dari Masjid Al Falah Krangkungan, Desa Pandes, bahkan melakukan persiapan selama tiga pekan, mulai dari latihan formasi hingga pembuatan kostum dan replika.

Pendamping peserta, Bayu, menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk mengarahkan aktivitas remaja selama Ramadan.

“Ini kegiatan positif agar remaja tidak melakukan aktivitas yang tidak jelas saat malam hari,” ujarnya.

Camat Wedi, Widaya, mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap jumlah peserta terus bertambah pada tahun-tahun mendatang.

Leave a Reply