Medianusantara.site, BOYOLALI — Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo Boyolali menilai imbauan kerja dari rumah atau work from home (WFH) sehari dalam sepekan untuk sektor swasta sulit dilaksanakan di Boyolali.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan kebijakan WFH satu hari dalam sepekan ini wajib bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan diimbau pelaksanaannya untuk sektor swasta.
“WFH untuk sektor padat karya itu tidak tepat. Kami bekerja satu mesin, satu orang. Itu juga manual, bukan otomatisasi,” kata Ketua Apindo Boyolali, Imam Bakhri, dihubungi Espos, Senin (30/3/2026).
Ia mengatakan WFH di Boyolali sangat sulit diterapkan karena mayoritas industri adalah sektor padat karya. “Sektor padat karya seperti garmen, tekstil, sepatu, tas, dan lain-lain sulit menerapkan WFH satu kali sepekan. Owner pun akan keberatan dengan hal itu, apalagi banyak yang orientasinya ekspor dan telah berkomitmen dengan buyer dan timeline ekspor,” kata dia.
Ia menyarankan WFH sehari dalam sepekan bisa dilakukan untuk ASN atau sektor lain yang tidak masuk industri padat karya. Imam meminta pemerintah pusat mengkaji kebijakan itu baik-baik sebelum nantinya diterapkan ke masyarakat.
“Kemungkinan kalau WFH diterapkan, itu bisa memunculkan PHK. Tapi di sektor padat karya, tidak mungkin itu dilakukan dengan WFH. Semasa Covid-19 saja, kami semua masuk tapi tetap ada SOP yang dibuat oleh pemerintah,” kata dia.
Penghematan Energi
Mengutip Antara, pemerintah pusat berencana memberlakukan WFH setelah Lebaran 2026 sebagai langkah taktis penghematan energi di tengah tren kenaikan harga minyak dunia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan kebijakan WFH satu hari dalam sepekan ini wajib bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan diimbau pelaksanaannya untuk sektor swasta.
“Aturan WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran akan diberlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta, tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik,” ujar Airlangga ditemui seusai Salat Idulfitri di Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan implementasinya. Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemberlakuan WFH sehari dalam sepekan dapat menghemat sekitar 20 persen penggunaan bahan bakar minyak (BBM) secara nasional.
Ia menjelaskan kebijakan WFH dibatasi hanya sehari agar fleksibilitas kerja dan produktivitas nasional tetap seimbang. “Nanti kalau libur terus, tidak kerja-kerja. Kadang-kadang ada hal-hal yang tidak bisa dikerjakan dengan baik lewat WFH,” ujar Purbaya.
Sebagai skenario, jika WFH diberlakukan pada hari Jumat, masyarakat akan menikmati rangkaian akhir pekan yang lebih panjang. Pemerintah berharap momen ini justru dapat mendorong aktivitas rumah tangga sekaligus memberikan stimulus tambahan bagi sektor pariwisata daerah.

Leave a Reply