222 Ribu Wisatawan Padati Kota Lama Semarang saat Libur Lebaran 2026

222 Ribu Wisatawan Padati Kota Lama Semarang saat Libur Lebaran 2026
Kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah. (Antara--R. Rekotomo)

Medianusantara.site, SEMARANG — Libur Lebaran 2026 membawa lonjakan besar terhadap sektor pariwisata di Kota Semarang. Destinasi bersejarah Kota Lama menjadi kawasan yang paling banyak diserbu wisatawan. 

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mencatat lonjakan wisatawan selama periode libur Lebaran 13-25 Maret 2026 yang berlibur ke kawasan Kota Lama mencapai 222.856 orang.

Angka tersebut mempertegas posisi Semarang sebagai salah satu motor penggerak sektor wisata di Jawa Tengah (Jateng). Kota Lama menjadi episentrum kunjungan dengan dominasi jumlah wisatawan tertinggi dibanding destinasi lain.

“Angka kunjungan ke Kota Lama ini melonjak signifikan sebesar 24,72 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 lalu yang tercatat sebanyak 178.683 jiwa,” ujar Agustina kepada Espos, Jumat (27/3/2026). 

Pertumbuhan jumlah pengunjung tersebut menandakan bahwa Semarang kian menguat sebagai destinasi wisata. Dampaknya, okupansi hotel juga mengalami kenaikan hingga 95,53 persen pada hari kedua pasca Lebaran.

Agustina melanjutkan bahwa data tersebut menunjukkan bahwa wisatawan tidak hanya datang untuk melintas. Tetapi mereka juga benar-benar memilih untuk menetap dan menikmati suasana Kota Semarang. 

“Tapi kami menyadari masih ada kepadatan arus pengunjung dan kendala parkir di titik-titik tertentu, terutama di kawasan Kota Lama. Ini menjadi fokus evaluasi kami agar ke depan distribusi wisata lebih merata,” paparnya. 

Pascalibur Lebaran, Pemkot Semarang berupaya menjaga tren kunjungan tetap tinggi dengan memperkuat destinasi unggulan sekaligus memperkaya kalender acara wisata.

Langkah yang disiapkan meliputi penataan ulang kawasan serta pengembangan konsep experience-based tourism melalui festival kuliner dan kegiatan rutin berbasis komunitas. Agustina berpendapat keberlanjutan sektor pariwisata bergantung pada kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat.

Namun yang paling krusial, penguatan objek wisata dan infrastruktur tidak akan maksimal tanpa ditopang keramahan serta pelayanan berkualitas dari seluruh elemen. 

“Pelaku wisata harus konsisten menerapkan Sapta Pesona dan terus meningkatkan kualitas layanan. Adaptasi terhadap tren juga penting agar citra pariwisata Semarang tetap terjaga,” tegasnya. 

Leave a Reply