Tak Hanya di Sangup, Boyolali Ternyata Terima 2 Sapi Kurban Bantuan Presiden

Tak Hanya di Sangup, Boyolali Ternyata Terima 2 Sapi Kurban Bantuan Presiden
Masyarakat bersama sapi bantuan Presiden Prabowo Subianto di Dukuh Baturtuwo, Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Rabu (27/5/2026). (Daerah/Ni’matul Faizah)

Medianusantara.site, BOYOLALI — Bantuan hewan kurban dari Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat Boyolali pada Iduladha 2026 ternyata tidak hanya satu ekor sapi. Selain disalurkan ke warga Dukuh Baturtuwo, Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, bantuan juga diberikan ke Dukuh Dawar, Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo.

Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, mengatakan penyaluran sapi kurban tersebut diharapkan membawa manfaat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat.

“Kami harap bantuan sapi ini bisa membawa keberkahan, kebahagiaan, dan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Sangup dan di Dawar. Dengan dukungan pemerintah pusat dan kolaborasi seluruh warga Boyolali, harapannya Boyolali akan semakin maju,” ujar dia kepada Espos, Rabu (27/5/2026).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, Ahmad Gojali, membenarkan terdapat dua sapi bantuan Presiden di Boyolali tahun ini.

Sapi pertama disalurkan ke Masjid Al Hidayah di Dukuh Baturtuwo, Desa Sangup, Kecamatan Tamansari. Sementara sapi kedua diserahkan ke Pondok An Najah di Dukuh Dawar, Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo.

Selain bantuan Presiden, Boyolali juga menerima bantuan hewan kurban dari sejumlah pejabat negara lainnya.

Sapi bantuan Wakil Presiden diberikan ke Pondok An Najah, Dawar, Manggis, Mojosongo. Kemudian bantuan sapi dari Menteri PPN/Bappenas disalurkan ke wilayah Kecamatan Cepogo.

Pemerintah Kabupaten Boyolali juga menyalurkan hewan kurban melalui bantuan Bupati Boyolali ke Masjid Ageng Boyolali dan Desa Kalinanas, Kecamatan Wonosamodro. Sementara bantuan Wakil Bupati Boyolali diberikan ke Desa Kebonan, Kecamatan Karanggede.

Di sisi lain, sapi bantuan yang bersumber dari APBD Boyolali disalurkan ke Masjid Agung Boyolali.

Sekretaris Disnakkan Boyolali, Agus Prambudi Rahardjo, menjelaskan sapi bantuan Presiden yang dikirim ke Desa Sangup merupakan sapi jenis Brahman berumur sekitar 3,5 tahun yang dibeli dari peternak di Desa Madu, Kecamatan Mojosongo.

“Namanya Bejo,” ujar Agus.

Karena ukuran dan bobot sapi cukup besar, proses penyembelihan dilakukan dengan pendampingan juru sembelih halal (Juleha).

“Untuk sapi bantuan, kebanyakan penyembelihan telah menggunakan juleha. Sebaiknya, seluruh penyembelihan menggunakan juleha,” kata dia.

Agus menjelaskan sebelum Iduladha, Disnakkan telah melatih sekitar 60 juru sembelih halal yang sebagian besar juga merupakan pengurus takmir masjid agar bisa menjadi agen edukasi di masyarakat.

Selain itu, pengawasan kesehatan hewan dilakukan secara menyeluruh. Disnakkan melibatkan 27 dokter hewan untuk pemeriksaan antemortem dan postmortem di wilayah Boyolali dan jaringan puskeswan.

Pemeriksaan antemortem dilakukan sebelum penyembelihan melalui pengecekan fisik serta pengambilan sampel untuk mendeteksi cacing hati dan parasit darah.

Sementara pemeriksaan postmortem melibatkan 105 petugas yang disebar ke berbagai titik penyembelihan, termasuk Kecamatan Boyolali, Sawit, Banyudono, Tamansari, Sambi, Ngemplak, Ampel, Karanggede, Teras, Cepogo, Mojosongo hingga rumah pemotongan hewan.

“Pemeriksaan dilakukan pada organ dalam terutama bagian paru-paru, hati, jantung, ginjal, dan usus. Ketika ada yang rusak, akan dikubur dengan cara dimusnahkan,” kata Agus.

Leave a Reply