Medianusantara.site, KLATEN — Pengurus Indonesia Esport Association (IESPA) Kabupaten Klaten masa bakti 2026-2030 resmi dilantik. Pengurus baru bakal menggencarkan edukasi terkait Esport ke sekolah-sekolah.
IESPA menjadi salah satu induk organisasi olahraga (Inorga) Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Klaten. Pelantikan pengurus IESPA digelar di Pendopo Pemkab Klaten bersama pengurus baru untuk tujuh Inorga lainnya, Minggu (31/5/2026).
Ketujuh Inorga lainnya yakni Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (Akti), Perkumpulan Panahan Tradisional Nusantara Jaya (Perpatri), Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (Fokbi), Barisan Veteran Tenis Indonesia (Baveti).
Kemudian Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia (Porpi), Senam Tera Indonesia (STI) dan Asosiasi Maysarakat Dansa Indonesia (Amdi). Selain pelantikan pengurus Inorga, siang itu juga digelar pengukuhan dan penyerahan SK pengurus antar waktu Kormi Kabupaten Klaten periode 2024-2028.
Pengurus baru IESPA Klaten terdiri dari Yohanes Febri Dwi Atmaja (Ketua), Donny Yoga Destian dan Rizal Fahmi Imanullah (Wakil Ketua), Anastasia Murniati dan Wahyu Jangkung Farisa (Sekretraris), serta Handhika Marta Kurniawan dan Susi Luviya (Bendahara).
Pengurus dibantu sejumlah bidang mulai dari bidang organisasi, bina prestasi, pelatihan, pertandingan, sarana prasarana dan humas. Ketua IESPA Klaten, Yohanes Febri Dwi Atmaja, menjelaskan penggemar game online di Klaten sangat banyak.
Tak sekadar hobi, banyak dari penggemar game online asal Klaten yang kini menjadi pemain profesional. Tak hanya di tingkat Jawa Tengah, banyak pemain game online asal Klaten yang berkiprah di tingkat nasional. Namun, tingginya minat tersebut belum terwadahi.
Edukasi ke Orang Tua
“Sehingga hari ini dengan adanya IESPA di Kabupaten Klaten, harapannya teman-teman yang sudah pro player, kemudian juga yang sudah menjadi atlet itu bisa benar-benar terwadahi,” ungkap Jojo, sapaannya, kepada wartawan seusai pelantikan.
Seusai dilantik, pengurus baru bakal menggencarkan workshop serta edukasi terutama ke sekolah-sekolah. Selain guru serta siswa, edukasi dilakukan ke orang tua/wali murid.
“Paling tidak, kami juga mengedukasi orang tua. Kemudian di sekolah juga bahwa esport hari ini bukan hanya hobi. Tetapi juga bisa menjadi olahraga berprestasi. Sehingga melahirkan banyak atlet. Harapannya dari sini IESPA juga menjadi jembatan untuk mendapatkan beasiswa,” ungkap Jojo.
Pengurus juga berencana membikin liga yang menjadi bagian pencarian bibit atlet esport. Training camp juga disiapkan hingga membentuk sejumlah tim. “Kemudian kompetisi skala nasional juga akan kami buat. Kalau saat ini komunitas-komunitas di Klaten sangat banyak. Kalau satu turnamen itu bisa sampai 400-an orang yang ikut,” ungkap Jojo.
Jojo menjelaskan IESPA sudah dipatok target dari Kormi Klaten bisa menyumbangkan medali emas pada ajang Forda Jateng tahun ini. Dia juga berharap ada dukungan dari pemerintah terutama berkaitan dengan fasilitas.
“Kami berharap dari pemerintah bisa menyediakan fasilitas Internet yang memadahi atau game house yang mungkin nanti pemerintah juga bisa menyediakan,” ungkap Jojo.

Leave a Reply