2 Sapi Kabur dalam Semalam di Klaten, 1 Tercebur Sumur dan 1 Masuk Sungai

2 Sapi Kabur dalam Semalam di Klaten, 1 Tercebur Sumur dan 1 Masuk Sungai
Petugas Damkar Satpol PP dan Damkar Klaten bersama warga mengevakuasi sapi yang terlepas ke sungai di wilayah Desa Pacing, Kecamatan Wedi, Rabu (27/5/2026) dini hari. (Istimewa/Damkar Klaten)

Medianusantara.site, KLATEN — Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Klaten mengevakuasi dua sapi yang lepas dalam dua peristiwa berbeda dalam kurun satu malam, Selasa hingga Rabu (26–27/5/2026).

Satu sapi tercebur ke dalam sumur di Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, sementara seekor lainnya masuk ke sungai di Desa Pacing, Kecamatan Wedi.

Kepala Bidang Damkar Satpol PP dan Damkar Klaten, Sumino, menjelaskan kejadian pertama terjadi pada Selasa sore saat petugas menerima laporan sapi masuk sumur di Desa Duwet. Sapi lokal berbobot sekitar 300 kilogram itu awalnya hendak dikirim ke Solo Baru, Sukoharjo.

“Saat akan dinaikkan ke mobil, sapi terlepas dan masuk ke rumah kemudian keluar rumah dan melompat ke sumur. Sapi sempat ditahan pemiliknya selama beberapa saat. Tetapi tidak kuat akhirnya sapi masuk ke sumur,” kata Sumino, Rabu.

Sumur tempat sapi jatuh memiliki kedalaman sekitar 10 meter dengan diameter sekitar 150 sentimeter. Dalam upaya penyelamatan, petugas terlebih dahulu mencoba mengisi sumur dengan air agar posisi sapi naik ke permukaan.

Namun cara tersebut tidak berhasil karena air cepat terserap ke dasar sumur. Petugas kemudian mengganti metode dengan menarik sapi dari atas menggunakan tali.

Sebelum proses penarikan dilakukan, seorang petugas diturunkan ke dasar sumur untuk mengikat tubuh sapi. Saat proses itu berlangsung, petugas mulai mencium bau gas dari dalam sumur.

Setelah pengikatan selesai, sapi ditarik secara perlahan hingga berhasil diangkat ke permukaan. Namun, sapi sudah dalam kondisi mati. Proses evakuasi berlangsung sekitar dua jam. Selain itu, pemilik sapi juga mengalami luka ringan.

“Pemilik mengalami memar pada bagian paha kanan dan lecet pada tangan kanan,” ujar Sumino.

Seusai proses evakuasi selesai, petugas Damkar menemui pemilik dan menyampaikan permintaan maaf karena tidak dapat menyelamatkan sapi dalam keadaan hidup.

“Kami sampaikan permohonan maaf bantuan kami tidak bisa menyelamatkan sapi dalam keadaan hidup. Dari pihak pemilik sudah menerima dan menilai ini menjadi kuasa Tuhan,” ungkap Sumino.

Beberapa jam setelah kejadian itu, petugas kembali menerima laporan sapi masuk sungai di wilayah Desa Pacing, Kecamatan Wedi. Evakuasi dilakukan mulai pukul 02.07 WIB hingga selesai sekitar pukul 04.09 WIB. Sapi jenis peranakan ongole tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup.

“Untuk kronologinya, sapi mau diambil pembeli. Setelah keluar kandang, sapi tiba-tiba hilang kendali dan masuk ke sungai,” kata Sumino.

Petugas Damkar Klaten, Tri Hatmoko, menjelaskan proses evakuasi dilakukan secara manual bersama warga sekitar. Sapi sempat mengalami kelelahan karena kedua kakinya terjebak di lumpur sungai.

“Prosesnya kami tarik secara manual dibantu warga. Sapi sempat lemas karena kaki masuk ke lumpur sungai. Kemudian bisa pulih kembali dan berdiri,” ujar Tri.

Dua kejadian tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi petugas karena harus menangani evakuasi hewan kurban dalam kondisi dan lokasi yang berbeda dalam waktu berdekatan.

Leave a Reply