Medianusantara.site, SOLO — Australia kembali ke Piala Dunia dengan ambisi besar setelah terus menunjukkan konsistensi dalam dua dekade terakhir.
Socceroos akan tampil untuk keenam kalinya secara beruntun di putaran final Piala Dunia sejak kembali pada edisi 2006 di Jerman.
Kini, tim asuhan Tony Popovic datang ke Piala Dunia 2026 dengan target melampaui pencapaian terbaik mereka yang dua kali menembus babak 16 besar, termasuk pada edisi Qatar 2022.
Dikutip dari FIFA.com, Minggu (31/5/2026), Australia tergabung di Grup D bersama Turki, Amerika Serikat, dan Paraguay.
Persaingan di grup tersebut diprediksi berjalan ketat karena tidak ada tim yang benar-benar dominan.
Tony Popovic Bawa Mental Baru Socceroos
Tony Popovic menjadi sosok penting di balik kebangkitan Australia menuju Piala Dunia 2026.
Eks bek timnas Australia itu ditunjuk sebagai pelatih setelah Graham Arnold mundur pada akhir 2024.
Popovic langsung membawa perubahan signifikan setelah Australia sempat mengalami awal buruk di fase ketiga kualifikasi zona Asia.
Kekalahan 0-1 dari Bahrain dan hasil imbang melawan Indonesia membuat posisi Australia sempat terancam.
Namun, Popovic berhasil membangkitkan performa Socceroos hingga akhirnya memastikan tiket ke Piala Dunia lewat kemenangan penting atas Jepang dan Arab Saudi.
Sebagai mantan pemain yang ikut membawa Australia lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2006, Popovic kini ingin menciptakan sejarah baru sebagai pelatih.
Australia Masih Andalkan Pengalaman
Meski mulai dihuni banyak pemain muda, Australia tetap mengandalkan sejumlah nama senior yang sudah berpengalaman tampil di Piala Dunia.
Kiper Mathew Ryan dan penyerang Mathew Leckie masih menjadi tulang punggung utama tim.
Selain itu, Australia juga memiliki sejumlah pemain yang tampil stabil di Eropa dan kompetisi domestik Asia.
Socceroos dikenal sebagai tim dengan organisasi permainan disiplin serta mental bertanding yang kuat ketika menghadapi lawan-lawan unggulan.
Pada Piala Dunia 2022, Australia sukses lolos dari fase grup setelah mengalahkan Tunisia dan Denmark sebelum akhirnya disingkirkan Argentina di babak 16 besar.
Kekalahan tipis 1-2 dari Argentina saat itu justru meningkatkan kepercayaan diri publik Australia terhadap perkembangan tim nasional mereka.
Profil Timnas Australia
- Julukan: Socceroos
- Pelatih: Tony Popovic
- Prestasi terbaik Piala Dunia: Babak 16 besar (2006 dan 2022)
- Penampilan Piala Dunia: 7 kali
Jadwal Australia di Grup D Piala Dunia 2026
- 13 Juni: Australia vs Turki — BC Place, Vancouver
- 19 Juni: Amerika Serikat vs Australia — Seattle Stadium
- 25 Juni: Paraguay vs Australia — San Francisco Bay Area Stadium
Skuad Australia
- Kiper: Mathew Ryan (Levante), Paul Izzo (Randers), Patrick Beach (Melbourne City), Joe Gauci (Port Vale).
- Bek: Milos Degenek (APOEL), Alessandro Circati (Parma), Kye Rowles (D.C. United), Jordan Bos (Feyenoord), Aziz Behich (Melbourne City), Harry Souttar (Leicester City), Cameron Burgess (Swansea City), Jacob Italiano (Grazer AK), Jason Geria (Albirex Niigata), Lucas Herrington (Colorado Rapids), Kai Trewin (New York City FC).
- Gelandang: Connor Metcalfe (FC St. Pauli), Ajdin Hrustic (Heracles Almelo), Aiden O’Neill (New York City FC), Cameron Devlin (Heart of Midlothian), Paul Okon-Engstler (Sydney FC), Jackson Irvine (FC St. Pauli).
- Penyerang: Martin Boyle (Hibernian), Mathew Leckie (Melbourne City), Mohamed Toure (Norwich City), Nestory Irankunda (Watford), Nishan Velupillay (Melbourne Victory), Awer Mabil (Castellon), Brandon Borrello (Western Sydney Wanderers), Cristian Volpato (Sassuolo), Tete Yengi (Machida Zelvia).

Leave a Reply