34 Tahun FSM UKSW: Dari Keunggulan Akademik Menuju Inovasi Berdampak

34 Tahun FSM UKSW: Dari Keunggulan Akademik Menuju Inovasi Berdampak
Penyerahan tanaman anggrek dari Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami kepada Dekan dan Wakil Dekan FSM dalam Ibadah Senin yang sekaligus menjadi rangkaian Dies Natalis ke-34 FSM, Senin (8/6/2026). (Istimewa)

Medianusantara.site, SALATIGA-Suasana syukur dan refleksi menyelimuti Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dalam Ibadah Senin yang sekaligus menjadi rangkaian Dies Natalis ke-34 Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Senin (8/6/2026). Mengusung tema BERIMAN (Berinovasi untuk Kemanusiaan), perayaan ini menegaskan komitmen FSM untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Dekan FSM UKSW Dr. Wahyu Hari Kristiyanto, S.Pd., M.Pd., mengajak seluruh civitas academica merefleksikan perjalanan FSM yang telah berdiri sejak 8 Juni 1992. Menurutnya, tema dies tahun ini lahir dari perenungan atas pentingnya memastikan setiap inovasi yang dihasilkan membawa manfaat bagi kemanusiaan.

“Dalam rangkaian dies ini kami terus merefleksikan bahwa inovasi tidak akan berarti jika tidak memberikan dampak. Pertanyaannya bukan hanya apa yang berhasil kita ciptakan, tetapi bagaimana inovasi itu dapat menjawab kebutuhan dan memberi manfaat bagi kemanusiaan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk nyata semangat tersebut, FSM tengah mengembangkan kerja sama dengan Dusun Krangkeng, Getasan, melalui program Kampung Sains dan Matematika. Program ini diharapkan mampu meningkatkan minat generasi muda terhadap bidang sains dan matematika yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan.

Dr. Wahyu juga memperkenalkan berbagai rangkaian kegiatan Dies Natalis FSM, mulai dari ziarah ke makam para pendahulu, temu alumni, kegiatan ilmiah dan aksi sosial, hingga puncak perayaan melalui FSM Fun Day dan FSM Sigma Week yang akan menghadirkan beragam karya inovasi, panggung hiburan, serta bazar UMKM pada Jumat, 12 Juni 2026. “Setiap program studi telah mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk kemanusiaan,” tambahnya. 

Momentum syukur ini ditandai dengan penyerahan tanaman anggrek dari Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami kepada Dekan dan Wakil Dekan FSM, dilanjutkan pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan dan harapan akan kemajuan FSM. Pada kesempatan yang sama, FSM juga menyerahkan sejumlah produk inovasi kepada pimpinan UKSW, di antaranya Batima (Batik Matematika), sabun dan pelembap berbahan squalene nabati, serta produk pengharum ruangan.

Inovasi Bermakna 

Dalam kesempatan ini, Rektor Intiyas memberikan apresiasi atas kontribusi FSM yang dinilainya sebagai fakultas yang terus menginspirasi. Meski tergolong fakultas muda, FSM telah melahirkan banyak profesor dan berbagai inovasi yang mendukung perkembangan disiplin ilmu lain di UKSW.

“Kalau ada Desa Sains dan Matematika, itu bisa menjadi live laboratory. Inovasi tidak cukup hanya diciptakan, tetapi harus berkelanjutan dan memberi solusi bagi persoalan nyata,” ujarnya.

Sambutan Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami dalam Ibadah Senin yang sekaligus menjadi rangkaian Dies Natalis ke-34 Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Senin (8/6/2026). (Istimewa)
Sambutan Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami dalam Ibadah Senin yang sekaligus menjadi rangkaian Dies Natalis ke-34 Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Senin (8/6/2026). (Istimewa)

Ia bahkan mendorong FSM untuk menghadirkan inovasi pengelolaan sampah yang dapat diterapkan mulai dari lingkungan kampus.

Firman Tuhan yang disampaikan Profesor Dr. Sonny Eli Zaluchu, M.A., M.Th., D.Min., DSA., mengajak civitas academica merenungkan tentang kemudi kecil yang mampu mengarahkan kapal besar. Menurutnya, di tengah laju perkembangan sains dan teknologi yang begitu cepat, inovasi harus dipahami sebagai penentu arah, bukan sekadar hasil karya.

“Pertanyaan yang perlu kita renungkan bukan seberapa canggih inovasi yang kita hasilkan, tetapi ke mana inovasi itu akan mengarahkan kapal kemanusiaan. Inovasi terbesar bukan yang paling canggih, melainkan yang paling manusiawi,” tegasnya.

Melalui tema BERIMAN (Berinovasi untuk Kemanusiaan), FSM UKSW meneguhkan komitmennya menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Semangat ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas, SDGs ke-9 industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDGs ke-11 kota dan komunitas berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung Asta Cita poin ke-4 tentang penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan, serta poin ke-8 tentang pembangunan yang selaras dengan lingkungan dan keberlanjutan.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.  Salam Satu Hati UKSW! (NA)

Leave a Reply