Puluhan Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis PLTA Wonogiri

Puluhan Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis PLTA Wonogiri
Puluhan anak mengikuti khitan massal yang diselenggaraka PLTA Wonogiri di Klinik Asy Syifa Wonogiri, Kamis (18/6/2026). (Istimewa)

Medianusantara.site, WONOGIRI — Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Wonogiri kembali menggulirkan program sosial tahunan berupa khitanan massal gratis di Klinik Asy Syifa Wonogiri, Kamis (18/6/2026). Agenda yang dikemas melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut menyasar puluhan anak dari keluarga kurang mampu di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Koordinator Panitia Khitan Massal PLTA Wonogiri, Tober Ramdani, menjelaskan khitan massal ini menjadi pelaksanaan tahun ketiga secara berturut-turut sebagai bentuk komitmen kepedulian sosial yang berkelanjutan dari manajemen PLTA Wonogiri. Tahun ini terdapat 25 anak yang mengikuti program khitan massal tersebut. Mereka berasal dari sejumlah desa di beberapa kedamatan di Wonogiri.

Program ini terselenggara berkat kerja sama sinergis antara manajemen perusahaan, tenaga kesehatan profesional, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat. Selain memfasilitasi tindakan medis secara gratis, kegiatan ini didesain untuk membantu meringankan beban ekonomi warga.

“Alhamdulillah, tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan program khitan massal. Kegiatan ini adalah wujud kepedulian sosial dan komitmen kami untuk terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar lingkungan kerja PLTA Wonogiri,” ujar Tober kepada Espos, Kamis (18/6/2026).

Tober menambahkan, seluruh proses sirkumsisi didampingi oleh tim medis berpengalaman guna menjamin keamanan dan kenyamanan para peserta. Pihaknya berharap momentum olahraga dan sosial ini dapat mempererat kedekatan emosional serta kebersamaan antara korporasi dengan warga sekitar.

Program sosial ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di tengah situasi ekonomi. Salah satu orang tua peserta asal Kecamatan Nguntoronadi, Muji Setiawan, mengaku sangat terbantu dengan adanya program gratis tersebut.

Muji menceritakan, anaknya yang bernama Alvianto Syakir Setyawan sebenarnya sudah meminta untuk dikhitan sejak beberapa tahun lalu. Namun, keinginan bocah tersebut terpaksa tertunda lantaran kondisi keuangan keluarga yang belum mencukupi untuk membiayai pemotongan mandiri ke dokter atau mantri sunat.

“Alhamdulillah, keinginan anak saya akhirnya bisa terlaksana sekarang. Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada PLTA Wonogiri karena program TJSL ini benar-benar membantu meringankan beban pengeluaran kami,” kata Muji.

Leave a Reply