Medianusantara.site, WONOGIRI — Mantan calon bupati (cabup) Wonogiri pada Pilkada 2024 sekaligus eks politikus PDI Perjuangan (PDIP), Tarso, resmi masuk bursa pencalonan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Wonogiri.
Tarso mengaku telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPC Partai Demokrat Wonogiri melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Tengah. Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui siapa saja figur yang akan menjadi pesaingnya dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat.
Menurut dia, masih terbuka kemungkinan munculnya tokoh-tokoh senior Partai Demokrat yang saat ini sedang menggalang dukungan dari para pemilik suara di tingkat akar rumput.
“Mungkin saja ada tokoh-tokoh senior di internal Partai Demokrat yang saat ini juga sedang menggalang dukungan di akar rumput. Nanti kami baru bisa tahu pasti siapa saja yang resmi melaju saat masa pendaftaran sudah ditutup,” kata Tarso kepada Espos, Selasa (7/7/2026).
Keputusan bergabung dengan Partai Demokrat sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai status politiknya setelah tidak lagi bersama PDIP. Tarso menegaskan dirinya kini telah resmi menjadi kader Partai Demokrat dan mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA).
Ia mengatakan keputusannya maju sebagai calon ketua didorong keinginan untuk ikut meningkatkan kekuatan elektoral Partai Demokrat di Wonogiri. Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai saluran politik.
“Sebagai warga negara, saya punya hak untuk terus terjun di dunia politik. Mengabdi kepada masyarakat itu jalurnya luas, tidak hanya bisa lewat satu partai saja, parpol lain pun ada. Intinya kami ingin keberadaan kami di Demokrat bisa membawa kemanfaatan riil bagi warga Wonogiri,” ujarnya.
Meski demikian, Tarso belum bersedia berbicara mengenai target politik jangka panjang, termasuk kemungkinan memanfaatkan Partai Demokrat sebagai kendaraan untuk kembali maju dalam kontestasi Pilkada mendatang.
Ia menegaskan fokus utamanya saat ini adalah mengikuti seluruh tahapan Muscab dan berupaya memperoleh dukungan dari para pemilik suara.
“Kalau ditanya apakah ini ada hubungannya dengan persiapan kontestasi pemilu atau pilkada selanjutnya, saya rasa berbicara ke arah sana saat ini masih terlalu dini. Fokus kita adalah menyelesaikan tahapan muscab ini terlebih dahulu,” katanya.
Pendaftaran bakal calon Ketua DPC Partai Demokrat di Kabupaten Wonogiri dibuka selama sepekan, mulai 1 hingga 7 Juli 2026. Proses tersebut menjadi bagian dari rangkaian Muscab serentak Partai Demokrat di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.
Ketua DPC Partai Demokrat Wonogiri, Wawan Haryono, mengatakan pemilihan ketua dibuka secara terbuka, tidak hanya bagi kader internal tetapi juga tokoh dari luar partai maupun luar daerah.
Namun, setiap calon wajib memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, termasuk menjadi kader Partai Demokrat apabila nantinya terpilih sebagai ketua.
Selain itu, setiap bakal calon harus mengantongi sedikitnya 20 persen dukungan dari pemilik suara sah yang terdiri atas 25 Pimpinan Anak Cabang (PAC) serta organisasi sayap Partai Demokrat di Wonogiri.
“Seluruh proses administrasi dan pengambilan formulir pendaftaran dipusatkan di tingkat DPD Partai Demokrat Jawa Tengah selaku panitia pelaksana. Jika hingga batas waktu tujuh hari belum ada figur yang mendaftar, masa pendaftaran akan diperpanjang selama tiga hari,” ujar Wawan.
Ia mengakui nama Tarso menjadi salah satu figur yang sejak awal santer disebut masuk dalam bursa calon Ketua DPC Partai Demokrat Wonogiri.

Leave a Reply