Maksimalkan Daya Tampung, Disdikbud Karanganyar Perpanjang SPMB SMP via Offline

Maksimalkan Daya Tampung, Disdikbud Karanganyar Perpanjang SPMB SMP via Offline
Ilustrasi SPMB SMP di Klaten 2026.

Medianusantara.site, KARANGANYAR — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar memperpanjang masa pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB tahun ajaran 2026/2027. Hal itu untuk mengoptimalkan daya tampung sekolah yang hingga saat ini masih belum terisi penuh.

Kepala Disdikbud Karanganyar, Hendro Prayitno, menyampaikan perpanjangan pendaftaran dilakukan secara offline seiring masih berlangsungnya proses daftar ulang peserta didik baru di tingkat SMP yang dijadwalkan hingga 30 Juni pukul 12.00 WIB.

Menurutnya, pada tahap daftar ulang ini masih dimungkinkan terjadi perubahan jumlah siswa karena sebagian calon peserta didik berpotensi tidak melakukan daftar ulang setelah diterima di sekolah lain.

“Bisa saja yang sudah diterima tidak daftar ulang karena memilih sekolah lain, jadi kuotanya berkurang,” ujarnya saat ditemui Espos di DPRD Karanganyar, Senin (29/7/2026).

Dari pemetaan sementara, Hendro mengatakan ada sekitar tiga SMP yang masih kekurangan siswa baru, terutama di wilayah pinggiran Kabupaten Karanganyar, seperti Jatipuro dan Jumapolo. Namun, kekurangan tersebut disebut masih dalam batas wajar dan tidak sampai menyebabkan kekosongan kelas. 

“Kalau SMP sebenarnya masih cukup, hanya ada yang kurang sedikit. Tidak sampai kosong,” katanya. Hendro mengatakan Disdikbud Karanganyar akan memperpanjang pendaftaran secara luring (offline) untuk menjangkau calon peserta didik yang belum mendapatkan sekolah.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan di wilayah tersebut. “Kami buka pendaftaran offline supaya bisa menampung anak-anak yang belum tertampung,” lanjutnya.

Sementara itu, Hendro menambahkan proses evaluasi masih terus dilakukan bersama pihak sekolah untuk melihat perkembangan jumlah siswa, apakah masih berpotensi bertambah atau justru berkurang.

Selain SMP, kondisi kekurangan siswa juga tercatat lebih signifikan di beberapa sekolah dasar (SD), yang hingga kini masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh dinas. Sistem penerimaan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku, dengan harapan seluruh calon peserta didik dapat terfasilitasi secara optimal di sekolah-sekolah negeri di Karanganyar.

“Kami akan terus melakukan pemantauan hingga seluruh proses SPMB dinyatakan selesai, termasuk kemungkinan penyesuaian kebijakan jika masih ditemukan sekolah yang belum terpenuhi kuotanya,” kata Hendro.

Leave a Reply