Medianusantara.site, SRAGEN — Pabrik Gula (PG) Mojo Sragen meningkatkan kapasitas produksi pada musim giling 2026 seiring target pengolahan tebu yang dipatok menembus 4 juta kuintal. Di sisi lain, manajemen mengaku terus berupaya mengurangi dampak langes atau jelaga hasil pembakaran yang dikeluhkan sebagian warga di sekitar pabrik.
Kapasitas giling PG Mojo kini mencapai sekitar 3.200 ton cane per day (TCD). Hingga akhir Juni 2026, realisasi produksi telah menembus 1,3 juta kuintal, sementara proses giling diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober mendatang.
Langes merupakan istilah yang digunakan masyarakat Jawa untuk menyebut partikel halus berupa debu, abu hitam, atau jelaga hasil pembakaran yang keluar dari cerobong pabrik gula.
Manajemen PG Mojo telah memetakan wilayah yang paling terdampak, yakni Kelurahan Sragen Kulon dan Sragen Tengah, berdasarkan laporan serta keluhan masyarakat yang diterima perusahaan.
Target Produksi Naik, Emisi Langes Ditekan
Pimpinan Bagian Keuangan dan Umum PG Mojo Sragen, Samuel Mahendra, mengatakan peningkatan kapasitas produksi menjadi tantangan tersendiri karena diiringi munculnya keluhan masyarakat terkait langes.
“Progres produksi di PG Mojo positif. Peningkatan produksi ini memang dibarengi dengan tantangan operasional di lapangan, berupa dampak langes di masyarakat,” ujarnya saat ditemui wartawan, Kamis (2/7/2026).
Menurut Samuel, musim kemarau tahun ini yang lebih kering dibandingkan 2025 membuat dampak langes lebih terasa, terutama di wilayah utara pabrik.
Meski demikian, ia memastikan perusahaan terus melakukan berbagai langkah teknis untuk mengurangi emisi tersebut dengan target menekan dampaknya semaksimal mungkin.
“Kalau bersih total secara instan memang sulit karena berbagai faktor teknis. Kami terus berupaya semaksimal mungkin mereduksi dampak tersebut. Salah satu upayanya dengan pemeliharaan alat secara parsial, terutama pada sistem dapur boiler dan cerobong asap. Upaya mereduksi langes dari cerobong dengan memasang tiga unit alat treatment. Kami akan menambah alat untuk mereduksi langes,” jelas dia.
Samuel mengatakan hasil pemantauan menunjukkan volume langes mulai berkurang dalam beberapa hari terakhir dibandingkan sekitar sepekan sebelumnya. Meski begitu, tim teknis masih terus melakukan penyempurnaan agar dampak terhadap lingkungan dapat semakin ditekan.
Ia juga meminta masyarakat memberikan waktu bagi perusahaan untuk menyelesaikan proses perbaikan tersebut.
Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekitar, PG Mojo berencana menggelar pasar murah di Kelurahan Sragen Tengah dan Sragen Kulon pada Sabtu (4/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, PG Mojo akan menjual gula pasir curah seharga Rp15.000 per kilogram, lebih rendah dibanding harga pasar yang berkisar Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram. Sebanyak 1 ton gula disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar murah.

Leave a Reply