Sidak SRT Sragen, Menteri PU Temukan Kekurangan Pekerja Efek Libur 1 Sura

Sidak SRT Sragen, Menteri PU Temukan Kekurangan Pekerja Efek Libur 1 Sura
Menteri PU Dody Anggodo berdiskusi dengan pihak tekanan dari PT Adhi Karya saat sidak di proyek SRT 78 Sragen, Selasa (16/6/2026)

Medianusantara.site, SRAGEN — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menemukan jumlah tenaga kerja di proyek Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 78 Sragen belum ideal saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Selasa (16/6/2026). Kondisi tersebut dipicu berkurangnya jumlah pekerja yang mengambil libur momentum 1 Sura.

Saat sidak di lokasi proyek yang berada di Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Sragen, Dody mendapati jumlah pekerja yang berada di lapangan masih jauh dari kebutuhan ideal.

Padahal, proyek tersebut membutuhkan sekitar 1.100 hingga 1.200 pekerja untuk mengejar target penyelesaian. Namun saat sidak berlangsung, jumlah pekerja yang hadir hanya sekitar 900 orang, bahkan sempat turun menjadi 679 orang saat momentum libur 1 Sura.

Kedatangan Menteri PU ke Sragen berlangsung mendadak. Tidak ada satu pun pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen yang mendampingi. Bupati Sragen Sigit Pamungkas sebelumnya mengaku tidak menerima konfirmasi terkait rencana kunjungan tersebut.

Menteri PU tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung meninjau area belakang proyek yang berada di dekat embung. Ia berdiskusi dengan petugas lapangan dan pihak pelaksana proyek untuk mengetahui kendala yang dihadapi.

“Memang saya langsung ke bagian belakang untuk mencari yang belum selesai di mana, supaya bisa diskusi masalahnya apa. Ini di mana-mana masalahnya sama terkait tenaga kerja. Kebetulan pas libur 1 Sura yang masih kental di Jawa. Jadi Sura merupakan hari libur besar di Jawa Tengah,” ujar Dody kepada wartawan di sela-sela sidak.

Masuk Empat Besar Nasional

Meski menghadapi kekurangan tenaga kerja, Dody menilai progres pembangunan SRT Sragen masih tergolong baik. Hingga pertengahan Juni 2026, progres pekerjaan telah mencapai 87,12% dan menempatkan Sragen pada peringkat empat besar nasional.

Menurut dia, capaian tersebut berada di bawah proyek Sekolah Rakyat di Sidoarjo dan Surabaya yang saat ini mencatat progres lebih tinggi.

“Progres rata-rata pekerjaan SR di 93 lokasi mencapai 79,31%. Seluruh SR tersebut ditargetkan Juni harus fungsional semua untuk ditempati para siswa pada tahun ajaran baru,” jelasnya.

Untuk mengejar target tersebut, Dody meminta penyedia jasa menambah jumlah tenaga kerja dan menerapkan sistem kerja 24 jam.

Menurut dia, tambahan tenaga kerja seharusnya tidak sulit dipenuhi karena banyak pekerja konstruksi berasal dari wilayah Sragen dan Purwodadi.

“Kalau di Solo dan sekitarnya mestinya enggak terlalu sulit mencari tambahan pekerja karena daerah asal tenaga kerja memang banyak dari sini dan Purwodadi. Tidak serepot di Sulawesi, Papua, atau Maluku. Semua Sekolah Rakyat yang saya datangi rata-rata pengerjaannya 24 jam karena kita kejar Juni selesai,” jelas dia.

Berikut  Indikator Tenaga Kerja di SRT Sragen per Selasa (16/6/2026) 

  • Jumlah pekerja biasanya : 900 orang
  • Kondisi saat libur 1 Sura : 679 orang
  • Kebutuhan pekerja ideal : 1.100-1.200 orang
  • Sistem kerja : 24 jam

Sumber: Wawancara dengan Menteri PU

Leave a Reply