Jurnalis Dilarang Liputan Kuliah Umum Menkeu Purbaya di Undip Semarang

Jurnalis Dilarang Liputan Kuliah Umum Menkeu Purbaya di Undip Semarang
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, seusai kegiatan kuliah umum bertajuk APBN untuk Indonesia Maju: Menjaga Stabilitas, Mendorong  Pertumbuhan dan Pembangunan di kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, tepatnya gedung Moladi Dome, Jumat (3/7/2026). (Daerah/Adhik Kurniawan)

Medianusantara.site, SEMARANG — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melarang sejumlah jurnalis meliput kegiatan kuliah umum bertajuk APBN untuk Indonesia Maju: Menjaga Stabilitas, Mendorong  Pertumbuhan dan Pembangunan di kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, tepatnya di gedung Moladi Dome pada Jumat (3/7/2026). Mereka yang yang terlanjur mendokumentasikan foto, video, maupun suara di dalam forum, diminta menghapus oleh protokoler Kemenkeu.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, tak menyangkal adanya pelarangan liputan di kuliah umum Undip. Sebab, ada hal sensitif yang tidak ingin diketahui oleh masyarakat luas apabila muncul dalam pemberitaan.

“Ada hal-hal sensitif yang enggak pantas diomongin di luar gitu aja,” kata Purbaya di sela aksi penyerahan policy brief oleh mahasiswa Undip usai kegiatan kuliah umum, Jumat petang.

Kendati demikian, Purbaya tak menjelaskan hal sensitif tersebut apakah berhubungan dengan kondisi ekonomi Indonesia yang tidak baik-baik saja. Namun, ia menyatakan apa yang dilakukan pemerintah saat ini, semuanya untuk kemajuan bangsa.

“[Intinya] semuanya sih, buat kemajuan negara,” tegasnya.

Iqbal, merupakan salah satu seorang jurnalis media nasional yang dilarang meliput kegiatan kuliah umum Kemenkeu. Ia bersama empat rekannya yang sempat masuk di dalam akhirnya diminta keluar semua seusai salah seorang jurnalis mengambil video dan diminta menghapus.

“Iya, saya juga dilarang tidak boleh ambil foto oleh perempuan berjilbab biru pakai [baju] batik, padahal waktu itu acara belum mulai,” keluh Iqbal.

Iqbal tidak serta menuruti permintaan petugas tersebut. Ia sempat mempertanyakan kepada petugas alasan dilarangnya mengambil foto.

“Saya tanyakan kenapa tidak boleh mengambil gambar? Katanya ‘prosedurnya gitu, kami hanya menjalankan prosedur dari Kemenkeu,'” ucapnya menirukan penuturan petugas itu.

Saat menunggu di luar untuk mencoba doorstop, Iqbal bersama rekan lainnya sempat dihampiri seorang perempuan yang mengaku dari Humas Undip. Perempuan ini menyampaikan bahwa media tidak boleh masuk, tidak diperkenankan melakukan doorstop, dan kegiatan peliputan lainnya.

“Katanya nanti disediakan press release,” pungkasnya.

Kepala Devisi Aksi dan Jaringan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip, Emilio Wiwanda juga menyayangkan larangan liputan terhadap jurnalis. Ia, mengaku sempat menyampaikan keluhan ini kepada Purbaya.

“Tadi dilarang masuk kan? Itu bukti bahwa seminar umum ini jadi tertutup. Kita juga mempertanyakan ini sebenarnya,” kata Emilio.

Leave a Reply