Mahasiswa Undip Kejar dan Adang Menkeu Purbaya, Desak Evaluasi Pendanaan MBG

Mahasiswa Undip Kejar dan Adang Menkeu Purbaya, Desak Evaluasi Pendanaan MBG
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, seusai kegiatan kuliah umum bertajuk APBN untuk Indonesia Maju: Menjaga Stabilitas, Mendorong  Pertumbuhan dan Pembangunan di kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, tepatnya gedung Moladi Dome, Jumat (3/7/2026). (Daerah/Adhik Kurniawan)

Medianusantara.site, SEMARANG — Sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengadang Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa seusai kuliah umum di Moladi Dome, Jumat (3/7/2026). Mereka memberikan sebuah policy breefing atau dokumen ringkas dan padat yang menyajikan temuan penelitian serta rekomendasi tindakan untuk membantu pembuat keputusan.

Menjelang selesainya kuliah umum, sejumlah mahasiswa awalnya menanti kedatangan Purbaya di pintu keluar selatan Moladi Dome untuk menyerahkan policy breefing. Namun, mobil Purbaya dan rombongan lainnya tiba-tiba geser dari lokasi awal ke arah basement parkiran.

Para mahasiswa pun langsung berlari sekuat tenaga hingga ke basement parkiran. Beruntung, kedatangan mereka tepat saat Purbaya keluar dari pintu lift dan berhasil diadang sebelum masuk ke dalam mobil.

Sejumlah mahasiswa dan Purbaya sempat saling tanya-jawab sebentar sebelum penyerahan policy breefing. Topik yang dibahas salah satunya soal anggaran dari program makan bergizi gratis (MBG)

“Bapak harus mengevaluasi total soal pendanaan MBG. Karena kami melihat tidak adanya manfaat yang siginifikan kepada masyarakat,” pinta seorang mahasiswa kepada Purbaya.

“Dana MBG akan dipotong lagi dan kedepan akan kita amati,” balas Purbaya menanggapi pertanyaan seorang mahasiswa.

Ketua Bidang Sosial Politik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip 2026, Fadhil Dzikra, mengatakan policy breefing berisi beberapa kajian untuk Purbaya. Di antaranya soal konsentrasi ekonomi Indonesia yang dipengaruhi oleh politik nasional.

“Beberapa kita kaji dan tinjau kembali beberapa aspek dan data. Konteks isu kritis, kualitas tata ekonomi, dan fundamental ekonomi, ancaman dominasi kebijakan fiskal terhadap moneter disajikan pula data-data,” beber Fadhil seusai penyerahan policy breefing, Jumat petang.

Lebih jelasnya, BEM Undip meminta pemerintah bisa meninjau kembali postur anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Sebab, kondisi ekonomi saat ini dinilai sudah karut-marut atau serang tak baik-baik saja dengan pelemahan rupiah dan lain sebagainya.

“Kita akan terus awasi dan kawal. Pendidikan dan kesehatan [misal], itu harusnya diprioritaskan,” pintanya.

Leave a Reply