Medianusantara.site, SOLO — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo membuka kesempatan bagi calon murid, termasuk yang berasal dari luar daerah, untuk mengisi kursi kosong di sejumlah sekolah menengah pertama negeri (SMPN) setelah seluruh tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027 rampung.
Kepala Disdik Kota Solo, Dwi Ariyatno, mengatakan sekolah negeri merupakan fasilitas negara yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat. Karena itu, sisa daya tampung yang masih tersedia akan dimanfaatkan bagi anak-anak yang belum memperoleh sekolah.
“Intinya begini, sepanjang daya tampung kuotanya masih memungkinkan, kemudian ada anak yang membutuhkan layanan, ya prinsipnya tetap kita fasilitasi,” ujar Dwi saat dihubungi Espos, Selasa (7/7/2026).
Menurut Dwi, saat ini masih terdapat sisa kuota di SMPN 20 Solo dan SMPN 21 Solo. Disdik pun mempersilakan calon siswa dari luar Kota Solo yang belum mendapatkan sekolah untuk mendaftar, selama mereka bersedia menempuh pendidikan di sekolah yang masih memiliki daya tampung.
“Misal, kok ternyata ada anak luar kota yang belum dapat sekolah. Kita tawari, misal ke SMP 21 atau 20, kalau mereka mau, ya silakan, enggak apa-apa. Ini kan fasilitas negara yang bisa digunakan untuk pelayanan seluruh masyarakat,” katanya.
Meski demikian, Dwi menegaskan kebijakan tersebut baru diberlakukan setelah seluruh tahapan SPMB selesai. Pada proses penerimaan reguler, sistem tetap mengutamakan mekanisme yang telah ditetapkan agar layanan pendidikan bagi warga Kota Solo dapat terpenuhi terlebih dahulu.
Ia memastikan seluruh tahapan SPMB telah berjalan sesuai aturan dan hasilnya sudah final. Setelah kebutuhan warga Solo terakomodasi, sisa kursi yang belum terisi dapat dimanfaatkan oleh calon siswa lain yang masih membutuhkan sekolah.
“Kalau yang terkait dengan SPMB kemarin sudah berproses, ya itu sudah fix final. Jadi masyarakat kita sudah mendapatkan jaminan layanan melalui sistem yang kemarin sudah mereka ikuti. Nah, sisanya yang belum dapat sekolah dan berkeinginan, ya tinggal masuk ke sekolah yang punya kuota sisa itu,” ujarnya.
Sebelumnya, Masyarakat Peduli Pendidikan Surakarta (MPPS) mendorong agar sekolah negeri di Solo lebih terbuka menerima siswa dari luar daerah mengingat masih banyak kuota yang belum terisi pada pelaksanaan SPMB tahun ini.
Pegiat MPPS, Pardoyo, menilai kapasitas sekolah negeri di Solo sebenarnya melebihi jumlah lulusan SD di kota tersebut. Menurutnya, daya tampung SMP di Solo mencapai sekitar 12.000 kursi, sedangkan lulusan SD setiap tahun hanya sekitar 9.000 anak.
“Artinya kan sebenarnya memang masih kurang banyak kalau tidak diintervensi tambahan murid dari luar Solo. Oleh karena itu, mungkin sistemnya terus dievaluasi sehingga siswa-siswa dari luar Solo pun juga masih terbuka peluang untuk masuk,” kata Pardoyo.

Leave a Reply