Medianusantara.site, SOLO – Puluhan pengajar SMA ABBS Surakarta mengikuti workshop bertajuk “Integrasi Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran untuk Mendukung Pendidikan Berkualitas dan Pembelajaran Mendalam” yang diselenggarakan di Ruang Serbaguna Yayasan Al Abidin.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Grup Riset Statistika dan Matematika Terapan dari Program Studi S1 Pendidikan Matematika Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam proses pembelajaran sehingga mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital.
Workshop diikuti oleh seluruh guru SMA ABBS Surakarta sebagai wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui kegiatan ini, para guru memperoleh wawasan dan keterampilan dalam memanfaatkan AI untuk merancang pembelajaran yang lebih efektif, menarik, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, workshop ini juga menekankan pentingnya penerapan pembelajaran mendalam (deep learning). AI diperkenalkan sebagai teknologi yang dapat membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang mendorong peserta didik berpikir kritis, kreatif, mampu memecahkan masalah, serta memahami konsep secara lebih mendalam, bukan sekadar menghafal.

Kepala SMA ABBS Surakarta, Mia Febriana, M.Pd., menyampaikan bahwa guru perlu terus mengembangkan kompetensi agar mampu mengimbangi karakteristik peserta didik yang merupakan generasi digital native.
“Guru harus terus belajar agar mampu mengimbangi anak-anak yang merupakan digital native. Perkembangan teknologi, termasuk AI, perlu dipahami dan dimanfaatkan secara bijaksana untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih bermakna,” ujarnya seperti dikutip dari rilis Sabtu (11/7/2026).
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian, Dr. Triyanto, M.Si., menegaskan bahwa AI bukanlah pengganti kemampuan berpikir manusia, melainkan alat yang dapat memperkuat kualitas pembelajaran.
“AI tidak hadir untuk menghentikan proses berpikir, tetapi untuk meningkatkan kreativitas serta kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran,” jelasnya.
Workshop dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026, dengan topik “Pembelajaran Mendalam di Era AI” yang disampaikan oleh Dr. Triyanto, M.Si. Selanjutnya, sesi kedua diselenggarakan pada 4 Juli 2026 dengan topik “AI for Academic Task and Research” yang dibawakan oleh Dhidhi Pambudi, S.Si., M.Cs., Ph.D. Pada sesi ini, peserta mendapatkan pendampingan mengenai pemanfaatan AI dalam penyusunan tugas akademik, pengembangan perangkat pembelajaran, hingga kegiatan penelitian secara efektif, etis, dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan P2M yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdian Grup Riset Statistika dan Matematika Terapan dari Program Studi S1 Pendidikan Matematika Universitas Sebelas Maret Surakarta, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Bekal kompetensi AI yang diperoleh para guru diharapkan mampu mendukung terciptanya pembelajaran yang inovatif, mendalam, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan di era digital.(NA)

Leave a Reply