Medianusantara.site, SOLO — Wali Kota Solo, Respati Ardi, mendorong agar sekolah membekali murid-muridnya dengan ilmu kewirausahaan agar bisa mandiri secara ekonomi sedini mungkin. Hal itu disampaikan Respati saat menghadiri puncak acara Solo Champions & Impact Festival (SCIF) 2026 di Atrium Solo Square Mall, Minggu (12/7/2026).
Ia berharap agar ilmu kewirausahaan dapat diintegrasikan lebih dalam ke kurikulum pendidikan tingkat SMA. Menurutnya, pembekalan bisnis sejak dini sangat penting sebagai bekal kemandirian murid setelah lulus.
“Semoga di kurikulum SMA sudah mulai ada wirausaha seperti ini. Jadi, mengajarkan mereka untuk siap, nanti ketika lulus SMA sudah bisa bekerja langsung, atau sembari kuliah bisa mendapatkan penghasilan tambahan,” katanya Respati kepada wartawan di sela-sela kunjungannya, Minggu.
Respati sempat berkeliling meninjau langsung dan mencicipi berbagai produk di booth pameran yang dijaga oleh para pelajar. Menurutnya, banyak produk menarik yang siap menjawab kebutuhan pasar. “Lumayan jajan gratis, ambil tester. Tapi luar biasa anak-anak SMA/SMK ini. Saya sangat senang mengunjungi booth mereka,” ungkapnya.
Respati juga mengaku sangat optimis melihat produk yang ditawarkan para pelajar karena sudah mampu membaca arah tren pasar, khususnya di sektor makanan sehat atau healthy food. Salah satu produk yang menarik perhatiannya adalah mi olahan rendah kalori.
Ia menilai inovasi pelajar ini memiliki nilai ekonomi dan daya jual yang tinggi di mata konsumen modern. “Sekarang makanan yang rendah kalori lebih mahal daripada yang tinggi kalori. Seperti yang saya ceritakan tadi, salad buah sama satai kambing, lebih mahal salad buah. Ini unik sekali,” tambahnya.
Ruang Interaksi
Sebagai informasi, SCIF 2026 merupakan festival kolaboratif antara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Surakarta dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Surakarta yang berlangsung selama empat hari, Kamis (9/7/2026) hingga Minggu (12/7/2026).
Festival ini mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, akademisi, dan komunitas dalam satu ruang pertumbuhan ekonomi kreatif. Ketua Umum BPC Hipmi Surakarta, Wahyu Adi Wibowo, memaparkan festival ini dirancang bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai ruang interaksi nyata untuk mempertemukan produk, ide, dan peluang kerja sama.
“Solo memiliki banyak pelaku usaha, talenta kreatif, dan komunitas dengan potensi yang besar. Melalui SCIF 2026, kami ingin mempertemukan seluruh potensi tersebut agar lahir lebih banyak kolaborasi, peluang usaha, serta dampak ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat,” jelas Wahyu.
Sementara itu, Perwakilan STIE Surakarta, Alam Anshori, menegaskan kolaborasi bersama Hipmi ini merupakan upaya mendekatkan mahasiswa dan pelajar dengan realitas dunia usaha.
“Perguruan tinggi tidak hanya berperan membekali pengetahuan akademik, tetapi juga perlu membuka akses terhadap pengalaman dan praktik bisnis secara langsung. Melalui SCIF 2026, generasi muda dapat belajar dari para pelaku usaha sekaligus melihat peluang yang dapat dikembangkan,” papar Alam.
Puncak acara SCIF pada Minggu (12/7/2026) ditutup dengan Forum Bisnis (Forbis) Talkshow & Business Matching yang menghadirkan Wali Kota Solo sebagai keynote speaker, dan diakhiri dengan malam penganugerahan bagi tokoh penggerak ekonomi di Kota Solo.

Leave a Reply