Medianusantara.site, SOLO — Sungai Premulung ditetapkan sebagai lokasi percontohan (pilot project) Program #SungaiLestari di Kota Solo. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menjaga kebersihan sungai tersebut yakni dengan pemasangan trash boom.
Sungai Premulung merupakan salah satu anak Sungai Bengawan Solo yang disebut menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar ke lautan. Organisasi nirlaba global asal Uni Emirat Arab (UEA), Clean Rivers, terlibat dalam upaya mengurangi sampah sungai di Kota Solo.
Program #SungaiLestari Solo merupakan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, yakni Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), UNDP Indonesia, Clean Rivers, Pemerintah Kota Solo, Yayasan Bina Karta Lestari (Bintari), Veritas Edukasi Lingkungan (VEL), Komunitas Joko Tingkir, akademisi, sektor swasta, masyarakat, media, serta berbagai pihak lainnya.
Trash boom yang dipasang di Sungai Premulung menjaring sampah yang mengalir ke sungai sebelum dipilah dan diolah sehingga tidak mencemari laut maupun berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo.
Selain memasang trash boom, ada upaya edukasi kepada para pemangku kepentingan agar tidak membuang sampah ke sungai. Program Coordinator UNDP Indonesia, Ahmad Bahri Rambe, menjelaskan ada 400 juta ton sampah plastik di dunia setiap tahunnya.
Sekitar 10%-11% di antaranya berakhir ke laut. Sebagian sampah yang masuk ke sungai berasal dari darat. Menurut dia, penyumbang sampah di laut di Indonesia berasal dari Pulau Jawa. Sampah itu mengalir dari sungai-sungai besar seperti Sungai Citarum, Sungai Ciliwung, Sungai Brantas, dan Sungai Bengawan Solo.
“Program ini bertujuan untuk mengelola sampah di sungai dengan cara mengambil sampah. Kemudian nanti akan dilakukan pengelolaan dan dilakukan edukasi-edukasi kepada masyarakat,” ujar dia pada acara Focus Group Discussion From River to Recognition di Balai Kota Solo, Selasa (4/8/2026).
Meningkatkan Kepedulian Masyarakat
Dia menjelaskan Program #SungaiLestari telah dilakukan di beberapa daerah, seperti Surabaya, Sidoarjo, Denpasar, dan Bekasi. Kota Solo terpilih karena menjadi salah satu lokasi yang dilintasi Sungai Bengawan Solo.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan Pemkot Solo bersama warga berkomitmen dalam kebersihan sungai, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan sungai dilakukan sejak dini dengan memasukkan dalam kurikulum pendidikan.
“Ini akan mengubah mindset, behavior, atau kebiasaan agar semua lebih aware, lebih peka terhadap kebudayaan mengelola sampah. Jika kami cermati bersama, sungai adalah representasi dari warga dan kota. Jika kami melihat sungai, itulah representasi wajah kota,” kata Respati.
Respati menjelaskan Pemkot Solo berkomitmen untuk tidak mewariskan masalah sampah ke generasi berikutnya. Kondisi TPA Putri Cempo yang beroperasi sejak 1980-an kini sudah overload.
Sementara itu, Associate Director of Programmes and Impact at Clean Rivers, Reinier Van Der Lely, menjelaskan Clean Rivers membantu sejumlah negara dalam mencegah kebocoran sampah mengalir ke laut. Clean Rivers bekerja sama dengan UNDP dalam menjalankan program di Kota Solo.
“Ketika saya berbicara kepada Wali Kota Solo sudah terlihat ambisi dan komitmen yang luar biasa untuk melakukan terobosan, memanfaatkan sumber daya yang sudah diberikan untuk melaksanakan program-program secara nyata di lapangan,” papar dia

Leave a Reply