Kandang 7.000 Anak Ayam di Slogohimo Terbakar, Rugi Rp700 Juta

Kandang 7.000 Anak Ayam di Slogohimo Terbakar, Rugi Rp700 Juta
Kandang ayam di Slogohimo Wonogiri terbakar, Sabtu (8/8/2026). (Istimewa/Polres Wonogiri)

Medianusantara.site, WONOGIRI — Kandang ayam milik warga di Dusun Ngrapah, Desa Setren, Kecamatan Slogohimo, Wonogiri, terbakar pada Sabtu (8/8/2026). Sebanyak 7.000 anak ayam yang berada di dalam kandang tidak berhasil diselamatkan dalam kebakaran tersebut.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.15 WIB itu mengakibatkan bangunan kandang dua lantai berukuran 15 meter x 30 meter mengalami kerusakan parah. Kerugian material akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp700 juta.

Kapolres Wonogiri, AKBP Haris Munandar Hasyim, melalui Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, membenarkan adanya insiden kebakaran kandang ayam di wilayah Kecamatan Slogohimo tersebut. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, sumber api diduga kuat berasal dari korsleting listrik pada sistem kipas penyedot udara (blower).

“Dugaan sementara, api berasal dari bagian blower di belakang kandang yang mengalami korsleting listrik. Namun untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, petugas dari Unit Identifikasi Satreskrim Polres Wonogiri masih melakukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut di lokasi,” kata AKP Anom kepada awak media, Sabtu sore.

Kandang ayam tersebut merupakan milik Sutarno, 52, warga Dusun Ngrapah RT 001/RW 006, Desa Setren. Lokasi peternakan berada di kawasan pinggiran kampung dan searah dengan jalur menuju objek wisata alam Girimanik, Slogohimo.

Kebakaran kali pertama diketahui oleh dua saksi mata di sekitar lokasi, yakni Sutarto, 35, dan Sutrisno, 55. Saat sedang beraktivitas, keduanya melihat kepulan asap hitam pekat disertai kobaran api dari arah bangunan kandang ayam.

Melihat kobaran api, para saksi langsung berteriak meminta pertolongan. Warga setempat yang mendengar teriakan tersebut segera berdatangan ke lokasi.

Dengan peralatan seadanya seperti ember dan pompa air, warga bergotong-royong berusaha melokalisasi api agar tidak merembet ke permukiman terdekat. Sebagian warga lainnya menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Wonogiri.

Api Padam Setelah Lebih Dari Satu Jam

Material bangunan kandang yang sebagian besar terbuat dari bambu dan kayu membuat api cepat merambat. Kondisi tersebut diperparah hembusan angin yang cukup kencang di kawasan lereng gunung sehingga api dengan cepat menghanguskan bangunan.

Tidak lama kemudian, armada pemadam kebakaran dari Wonogiri tiba di lokasi. Petugas Damkar bersama aparat kepolisian, TNI, dan warga bahu-membahu memadamkan api.

Setelah lebih dari satu jam, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30 WIB dan dilanjutkan dengan proses pendinginan.

AKP Anom menambahkan, bangunan yang terbakar merupakan kandang ayam modern dua lantai yang di dalamnya terdapat sekitar 7.000 ekor anak ayam berusia dua hari. Ribuan anak ayam tersebut tidak berhasil diselamatkan dalam kebakaran.

“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dari manusia dalam kejadian ini. Untuk kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp700 juta, yang meliputi kerusakan fisik bangunan kandang dua lantai beserta seluruh peralatan operasional di dalamnya,” tambahnya.

Setelah api berhasil dipadamkan, anggota Polsek Slogohimo bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Wonogiri memasang garis polisi di sekitar area kandang. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan instalasi listrik di lokasi kejadian serta meminta keterangan dari pemilik kandang dan sejumlah saksi.

Polres Wonogiri mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha peternakan yang menggunakan peralatan elektronik dengan intensitas tinggi, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

“Kami mengimbau kepada masyarakat luas agar secara berkala memeriksa kondisi instalasi listrik, kelayakan kabel, stop kontak, maupun perangkat elektronik lainnya seperti blower yang menyala terus-menerus. Jika ditemukan kabel yang mengelupas atau komponen yang berpotensi menimbulkan korsleting, segera lakukan perbaikan. Jangan ditunda demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.

Leave a Reply