Cicit Buyut WR Soepratman Meriahkan HUT Jateng dengan Indonesia Raya 3 Stanza

Cicit Buyut WR Soepratman Meriahkan HUT Jateng dengan Indonesia Raya 3 Stanza
Cicit Buyut kakak kandung dari pencipta lagu Indonesia Raya, WR Soepratman, saat menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza dalam HUT ke-81 Jawa Tengah di Alun-alun Kidul Boyolali, Rabu (19/8/2026). (Daerah/Ni'matul Faizah)

Medianusantara.site, BOYOLALI — Alunan lagu Indonesia Raya tiga stanza terdengar di Alun-alun Kidul Boyolali, Rabu (19/8/2026) pagi. Lagu kebangsaan itu dinyanyikan Antea Putri Turk, 17, cicit buyut dari kakak kandung pencipta lagu Indonesia Raya, Wage Rudolf (WR) Soepratman, untuk memeriahkan HUT ke-81 Jawa Tengah.

Mengenakan kebaya merah dan memainkan biola, Antea membawakan Indonesia Raya tiga stanza seusai perayaan HUT ke-81 Jawa Tengah. Penampilannya mendapat perhatian Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin, serta peserta upacara yang terlihat menyimak dengan penuh perhatian.

Seusai tampil, Antea bersalaman dengan Ahmad Luthfi. Gubernur Jawa Tengah tersebut memuji penampilan Antea, termasuk teknik vokalnya saat membawakan lagu dengan gaya seriosa.

“Bagus sekali, itu nanti akan melakukan konser WR Supratman di Purworejo. Suaranya luar biasa sampai saya terngiang karena pakai seriosa. Bagus sekali, saya senang, dan cantik lagi,” kata dia usai melihat penampilan Antea.

Ditemui terpisah, Antea mengaku senang dapat tampil dalam perayaan HUT ke-81 Jawa Tengah. Penampilan tersebut juga menjadi salah satu kesempatan baginya untuk terus memperkenalkan karya-karya WR Soepratman kepada generasi muda.

“Saya menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza di atas panggung untuk hari jadi ke-81 untuk Jawa Tengah. Acaranya luar biasa,” kata dia.

Antea mengatakan WR Soepratman telah menciptakan partitur, notasi, melodi pertama, dan lirik Indonesia Raya tiga stanza sejak 1927. Namun, WR Soepratman memainkan biola dan memperdengarkan Indonesia Raya di depan umum pada Kongres Sumpah Pemuda pada 1928.

Ia mengaku telah berlatih membawakan Indonesia Raya tiga stanza sejak sekitar empat bulan lalu. Menurut Antea, versi tiga stanza lagu Indonesia Raya juga kini semakin dikenal masyarakat setelah beredar luas di media sosial.

Melestarikan Lagu-Lagu WR Soepratman

Bagi Antea, melestarikan karya WR Soepratman tidak berhenti pada lagu Indonesia Raya. Perempuan yang bersekolah di Mentari Intercultural School Jakarta itu juga berupaya menghidupkan kembali lagu-lagu WR Soepratman yang telah lama hilang.

“Lagu-lagu yang telah hilang, kemudian saya buat melodinya yaitu Indonesia Cantik dan Indonesia Hai Ibuku. Pernah saya nyanyikan. Juga terbaru ada lagu Ratap Si Parto yang baru ditemukan di Perpustakaan Nasional tahun ini,” kata dia.

Antea mengatakan tidak sulit mengaransemen lagu Ratap Si Parto karena lagu tersebut terinspirasi melodi lagu I’m Forever Blowing Bubbles dari Belanda pada 1919.

Terinspirasi dari lagu tersebut, WR Soepratman menciptakan Ratap Si Parto yang menceritakan mama atau ibunya yang meninggal.

“Dan beliau [WR Supratman] si Parto ini, tapi diganti namanya biar orang-orang Indonesia bisa merasakan hati sedih beliau,” kata siswa Mentari Intercultural School Jakarta itu.

Antea berharap generasi muda terus ikut melestarikan kekayaan Indonesia. Ia juga ingin anak muda terus berkarya untuk Indonesia agar semangat kemerdekaan tetap terjaga.

Jejak Keluarga WR Supratman

Sementara itu, sang ibu sekaligus Ketua Yayasan Wage Rudolf Supratman, Endang Wahyuningsih, menjelaskan hubungan keluarga Antea dengan WR Soepratman.

Menurut Endang, WR Soepratman merupakan anak ketujuh dari sembilan bersaudara dan menjadi satu-satunya laki-laki dalam keluarga tersebut. Antea merupakan keturunan dari Ngadini Soepartini, kakak WR Soepratman yang merupakan anak keenam.

Ngadini memiliki tiga anak, salah satunya Marjono. Marjono kemudian memiliki anak bernama Sastreani. Dari garis keturunan tersebut lahir ibu Endang, kemudian Endang, dan selanjutnya Antea.

Endang mengatakan Antea telah tampil di sejumlah daerah dan berbagai acara, seperti di Semarang, Solo, Samarinda, hingga Pesta Rakyat HUT ke-81 di Istana Merdeka.

“Jadi Antea cicit buyut kakak kandung WR Supratman yaitu Ngadini Soepartini,” jelasnya.

Leave a Reply